Muhadjir Effendy : Saya Menyesal Saat jadi Mendikbud, Tidak Meningkatkan Kesejahteraan Guru

Sabtu, 03 Okt 2026, 08:37 WIB

JAKARTA – Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., mengungkap sejumlah pengalaman dan tantangan yang dihadapinya selama menduduki berbagai jabatan pemerintahan.

Hal itu disampaikan Muhadjir saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam Podcast EdShareOn, Eddy Sharing and Discussion.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Istimewa

Dalam perbincangan tersebut, Muhadjir yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 2016–2019, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) periode 2019–2024, serta Menteri Agama ad interim pada 30 Juni hingga 19 Juli 2022, membahas berbagai persoalan strategis yang pernah dihadapinya.

"Salah satu yang disoroti adalah persoalan pendidikan, khususnya kualitas dan kesejahteraan guru. Saya menyesal karena belum dapat meningkatkan kesejahteraan guru secara optimal saat menjabat sebagai Mendikbud," katanya dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, persoalan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kualitas pembelajaran, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan dan tantangan bonus demografi.

Selain pendidikan, Muhadjir juga membagikan pengalamannya terkait penyelenggaraan ibadah haji. Ia menyoroti tantangan besar dalam mengelola kebutuhan jemaah Indonesia yang jumlahnya sangat besar serta pentingnya pembenahan sistem dan tata kelola haji.

Muhadjir menilai perubahan tata kelola penyelenggaraan haji perlu dipersiapkan secara matang agar sistem pelayanan dapat menjawab kebutuhan jemaah di masa mendatang.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari perbincangan yang membahas pendidikan, sumber daya manusia, hingga penyelenggaraan haji secara lebih luas.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.