Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Atalanta Coba Bendung Laju Bayer Leverkusen

📅 Rabu, 22 Mei 2024, 07:06 WIB | Oleh:
Atalanta Coba Bendung Laju Bayer Leverkusen Doc: Sylvain THOMAS / AFP
Ket. merayakan gol I Striker Atalanta, Gianluca Scamacca (kedua dari kanan) merayakan gol bersama rekan satu timnya pada pertandingan leg pertama semifinal Liga Eropa UEFA antara Olympique de Marseille melawan Atalanta di Stade Velodrome, Marseille, Prancis, beberapa waktu lalu.

DUBLIN - Setelah 51 pertandingan tanpa kekalahan, Bayer Leverkusen siap melanjutkan laju di final Liga Eropa, Kamis (23/5) dini hari WIB. Klub asal Italia Atalanta BC akan berusaha membendung ambisi tim juara Bundesliga itu.

Kedua tim bertemu dalam final di Dublin. Leverkusen akan mencoba merebut gelar kedua dari kemungkinan treble winners. Di sisi lain, Atalanta mengincar trofi Eropa untuk pertama kalinya.

Sempat diberi label buruk "Neverkusen" ketika di musim musim 2001-2002 menjadi runner-up di Bundesliga, DFB-Pokal dan Liga Champions, Bayer Leverkusen tahun ini bersiap untuk menghapus label tersebut.

Berjuang di paruh bawah klasemen ketika Xabi Alonso mengambil alih posisi pelatih kurang dari dua tahun lalu, tim berjuluk Die Werkself ini naik ke puncak klasemen. Dia menyingkirkan semua tim di kompetisi papan atas Jerman. Leverkusen mengalahkan Augsburg pekan lalu untuk menyelesaikan liga dengan tak terkalahkan dalam 34 pertandingan.

Setelah lima kali menjadi runner-up Bundesliga, Leverkusen akhirnya finis dengan 90 poin. Ini mengakhiri 11 tahun dominasi Bayern Munich dan akhirnya mendapatkan Meisterschale (juara Bundesliga).

Leverkusen mencetak 135 gol di semua kompetisi musim ini dan hanya kebobolan 39 gol. Dia masih berpeluang menambah gelar. Leverkusen ingin mengangkat trofi Eropa kedua setelah Piala UEFA 1988. Jika berhasil di ibu kota Irlandia, maka treble berpeluang direbut ketika tim asuhan Alonso menghadapi klub strata kedua Kaiserslautern di PIala Jerman (DFB-Pokal).

Selain memiliki pemain dengan bakat luar biasa untuk tetap tak terkalahkan, Die Werkself juga terkenal karena mencetak serangkaian gol penting di menit-menit akhir. Langkah di Liga Eropa bisa saja berakhir lebih awal jika bukan karena semangat pantang menyerah.

Dia tertinggal 2-0 dari Qarabag yang tidak diunggulkan di kedua leg babak 16 besar. Namun, Leverkusen bangkit dan lolos, sebelum mengalahkan Roma di semifinal awal bulan ini. Leverkusen juga mengalahkan juara bertahan Liga Conference West Ham United di perempat final.

Setelah melaju melalui babak penyisihan grup dengan catatan sempurna enam kemenangan dari enam laga, Leverkusen kini bisa menjadi tim keempat yang mengangkat trofi, tanpa terkalahkan. Pertemuan terakhir Atalanta dengan Leverkusen terjadi di Liga Eropa 2021-2022. Saat itu Atalanta menang 3-2 di kandang sebelum kalah satu gol satu pekan kemudian di Jerman.

Setelah mengalahkan Marseille di semifinal, memuncaki Grup D. Kemudian menyingkirkan klub asal Portugal Sporting dan Liverpool, La Dea (julukan Atalanta) akan berharap meraih kejayaan di final Eropa untuk pertama kalinya.

Pelatih Tertua

Atalanta menjadi tim asal Italia ke-11 yang mencapai babak final kompetisi Eropa. Dia bisa menjadi tim Serie A pertama yang menjuarai Liga Europa jika berhasil mengalahkan Leverkusen.

Sejak pelatih Gian Piero Gasperini tiba di Lombardy delapan tahun lalu, Atalanta telah berubah menjadi peserta tetap di pentas Eropa. Dia berhasil mencatatkan tiga kualifikasi Liga Champions berturut-turut.

Namun, pelatih berusia 66 tahun itu belum pernah mengangkat trofi. Tim asuhannya baru saja kalah di final Coppa Italia dari Juventus untuk kedua kalinya dalam empat tahun terakhir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.