Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Badui Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kegiatan Seba Badui

📅 Minggu, 19 Mei 2024, 06:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Badui Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Kegiatan Seba Badui Doc: ANTARA//Desi Purnama Sari
Ket. Petugas periksa kondisi kesehatan warga Badui di Gedung Negara Provinsi Banten, Sabtu (18/5/2024).

Serang - Warga Badui memadati posko untuk menjalani pemeriksaan kesehatan gratis pada kegiatan Seba Badui yang berlangsung di Gedung Negara Provinsi Banten, Sabtu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, di Serang, Sabtu, mengatakan antusias masyarakat Badui sangat luar biasa dalam mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini.

"Kita sudah menyiapkan sebanyak tiga dokter dan tiga perawat, dan antusias masyarakat Badui luar biasa itu artinya kesadaran mereka akan pentingnya kesehatan sudah masuk kepada diri mereka," katanya.

Dan dari hasil pemeriksaan, 70 persen warga Badui menderita penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), dan maag.

"Hampir 70 persen warga menderita penyakit kulit, penyakit kulit tapi disertai dengan ISPA sisanya ada maag yang diakibatkan karena mereka telat makan jadi perutnya perih," katanya.

Selain itu, Ati mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan Puskesmas di wilayah setempat untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan detail terkait penyakit yang diderita oleh warga Badui ini.

"Kenapa mereka banyak yang menderita penyakit kulit jadi kita akan pemeriksaan kondisi lingkungannya termasuk bagaimana akses sanitasi air bersih di sana, karena ini penting sekali ketika sekarang diobati tetapi lingkungannya tidak terjadi perbaikan maka tetap saja," katanya.

Sementara itu warga Suku Badui, Usman,mengaku telah mengecek kondisi kesehatannya karena mengeluh sakit perut di bagian ulu hati.

"Sakit di bagian perut, katanya enggak boleh kebanyakan minum kopi," katanya.

Diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan, rupanya keluhannya disebabkan oleh penyakit maag.

Dirinya mengaku merasa terbantu dengan adanya posko kesehatan gratis ini. Hal ini karena di kampung halamannya di Desa Kanekes, untuk berobat saja menghabiskan perjalan yang cukup memakan waktu lama.

"Terbantu, soalnya kalau disana mau berobat lumayan jauh, ke Puskesmas itu sekitar 50 kilometer lebih dari Kampung saya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.