PBB Revisi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Menjadi 2,7 Persen

Sabtu, 18 Mei 2024, 00:03 WIB

JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merevisi perkiraan kenaikan pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2024 menjadi 2,7 persen dari perkiraan awal sebesar 2,4 persen pada Januari. Revisi naik sebesar 0,3 poin persentase tersebut tergambar dari laporan Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia yang dirilis lembaga internasional itu pada Kamis (16/5).

PBB juga merevisi naik 0,1 persen perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada 2025 mendatang menjadi 2,8 persen dari ekspektasi bulan Januari sebesar 2,7 persen.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: World Economic Situation and Prospects 202

"Prospek perekonomian global telah membaik sejak bulan Januari dengan negara-negara besar menghindari penurunan yang parah, sehingga menurunkan inflasi tanpa meningkatkan pengangguran," sebut laporan organisasi yang bermarkas di New York Amerika Serikat (AS).

Kendati lebih optimis dalam melihat prospek perekonomian tahun ini dan tahun depan, namun lembaga itu tetap memperingatkan bahwa suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama atau higher for longer, lalu tantangan keberlanjutan utang, dan ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, serta risiko iklim, terus menimbulkan tantangan terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Tantangan tersebut dinilai akan mengancam kemajuan pembangunan selama beberapa dekade, terutama bagi negara-negara kurang berkembang. "Revisi terutama mencerminkan prospek yang lebih baik di AS, di mana perkiraan terbaru menunjukkan pertumbuhan 2,3 persen pada 2024 dan beberapa negara berkembang besar, terutama Brasil, India, dan Federasi Rusia," menurut laporan itu.

Begitu pula dengan prospek ekonomi Tiongkok yang menunjukkan sedikit peningkatan dengan pertumbuhan diperkirakan sebesar 4,8 persen pada tahun 2024.

Di sisi lain, prospek Afrika telah memburuk dengan perkiraan sementara pertumbuhannya turun 0,2 poin persentase pada tahun 2024.

Penerimaan Devisa Membaik

Peneliti senior Indef, Tauhid Ahmad, mengatakan proyeksi PBB karena optimisme pertumbuhan di AS dan Tiongkok adalah kabar baik bagi Indonesia karena kedua negara tersebut adalah pemegang pangsa terbesar ekspor Indonesia.

Hingga Maret 2024, Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor Indonesia dengan porsi mencapai 22,44 persen dari total ekspor, sedangkan AS mencapai 10,36 persen dan India 8,42 persen. "Dari sisi perdagangan internasional tentu jadi kabar baik karena pendapatan devisa kita akan membaik," kata Tauhid.

Sedangkan tantangannya adalah suku bunga global tinggi dalam jangka waktu lama yang berarti biaya dana di sektor riil akan meningkat meskipun perbankan tidak terburu-buru menaikkan suku bunga simpanan dan kredit.

"Pertumbuhan domestik belum bisa diharapkan, karena ekspor belum menyumbang besar bagi pertumbuhan, masih bergantung pada konsumsi," kata Tauhid.

Sementara itu, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan prospek cerah perekonomian global ini harus dimanfaatkan oleh Indonesia untuk menggenjot ekspor dan memperluas pasar ekspor. Pemerintah pun perlu menyiapkan stimulus bagi produksi nasional yang akan meredam gejolak harga. "Konkret dari pemberian stimulus itu dengan menurunkan suku bunga kredit atau bisa juga dalam bentuk pengurangan pajak," paparnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.