Sentimen Negatif Dominan, 14 Juli 2026

Selasa, 14 Jul 2026, 08:35 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih bergerak fluk­tuatif dalam perdagangan, Selasa (14/7), mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap berbagai faktor risiko, baik dari dalam maupun luar negeri. Di sisi domestik, per­kembangan isu hukum berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap stabilitas iklim investasi, sementara eska­lasi geopolitik di Timur Tengah meningkatkan ketidakpas­tian global dan mendorong aliran dana ke aset-aset aman. 

Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi me­lihat investor masih menyoroti dugaan korupsi yang menye­ret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah. Kasus hukum yang terjadi saat ini bisa berdam­pak terhadap ekonomi. Hukum sebagai faktor lingkungan bis­nis jelas sangat memengaruhi kinerja ekonomi melalui peri­laku ekonomi, efisiensi ekonomi, investasi, maupun inovasi.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Selain itu, lanjutnya, fokus investor juga tertuju pada eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Karenanya, diri­nya memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS da­lam perdagangan di pasar uang antarbank, Selasa (14/7), bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah di rentang 18.100–18.150 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan Senin (13/7) sore, melemah 44 poin atau 0,24 persen dari akhir pekan lalu menjadi 18.109 rupiah per dollar AS.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.