Ekonomi Tangerang Ditopang Tiga Sektor

Rabu, 08 Apr 2026, 01:05 WIB

TANGERANG – Ekonomi Kota Tangerang sepanjang tahun lalu digerakkan sedikitnya tiga sektor unggulan: transportasi-pergudangan, industry pengolahan, dan perdagangan besar. Mereka menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi tahun 2025.

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono mengatakan berdasarkan data BPS, peningkatan ekonomi dari 5,04 persen tahun 2024 menjadi 5,24 persen pada tahun 2025, berkat kontribusi tiga sektor tersebut. Rinciannya, industri transportasi dan pergudangan berkontribusi 30,68 persen. Industri pengolahan 27,38 persen dan perdagangan 10,88 persen.

Ket. Foto: Ruta Ireng Wicaksono, Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang . — Sumber: ANTARA/Irfan

”Tren pertumbuhan ekonomi tahun ini juga sangat positif. Kita akan tetap menjaga peran tiga sektor unggulan tersebut. Semoga pertumbuhan ekonomi bisa terus meningkat hingga menyentuh 5,5 persen tahun ini,” harap Ruta Ireng, Selasa. Kota Tangerang berkontribusi besar menyumbang nilai Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADRB) Provinsi Banten sebesar 25,64 Persen.

Kota Tangerang menjadi daerah dengan kontribusi terbesar dibanding kabupaten atau kota lainnya. Contoh, Kabupaten Tangerang sebesar 21,16 persen, Kota Cilegon 15,37 persen dan Kota Tangerang Selatan 12,69 persen. “Dari catatan positif tersebut, Kota Tangerang menjadi daerah dengan kontribusi pertumbuhan ekonomi terbesar di Provinsi Banten. Kontribusinya sebesar 25,64 persen dengan nilai tambah PDRB ADRB sebesar 242,16 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Suggiharto Achmad Bagdja, menambahkan total capaian investasi tahun lalu mencapai 22,54 triliun. Angka ini setara 149 persen dari target yang ditetapkan sebesar 15,11 triliun.

Pemerintah Kota Tangerang optimistis tren positif investasi ini akan terus berlanjut pada tahun sekarang dengan target 15,15 triliun. “Untuk menjaga dan meningkatkan realisasi investasi, Pemkot Tangerang terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha serta melakukan inovasi layanan perizinan,” ujar Suggiharto.

Literasi

Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang, mengoptimalkan Program Literasi Bergerak dengan menjangkau lebih banyak lokasi sebagai upaya edukasi masyarakat mengenai PP Tunas. Kepala DPAD Kota Tangerang, Engkos Zarkasyi, menjelaskan, pada tahun lalu ada 320 titik yang berhasil dikunjungi menggunakan dua unit Mobil Perpustakaan Keliling dalam Program Literasi Bergerak Kota Tangerang.

“Kehadiran PP Tunas tahun ini, kita siap terlibat langsung melalui sosialisasi agar edukasi kepada anak mengenai pembatasan menggunakan smartphone bisa sesuai dengan harapan,” kata Engkos.

Dia menuturkan lokasi yang dikunjungi dalam program sosialisasi di antaranya sekolah, permukiman warga, fasilitas publik, lapas, dan permintaan warga.

Bahkan DPAD telah mengemas acara menjadi menarik dengan melibatkan Badut dan komunitas story telling sehingga anak-anak menjadi terhibur. “Bahkan kita juga kerja sama dengan Dishub. Anak-anak kita ajak keliling naik Bus Jawara, lalu mendapatkan edukasi mengenai literasi dan bahaya penggunaan smartphone terlalu berlebihan,” katanya. Wali Kota Tangerang Sachrudin menambahkan, kehadiran PP Tunas untuk melindungi anak dari konten negatif media sosial (medsos). “Kami sambut baik PP Tunas kakrena melindungi anak-anak. Ini harus kita bahas bersama-sama untuk membatasi anak-anak agar tidak terpengaruh konten-konten yang tidak layak,” katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.