Pertamina Optimalkan Produksi Migas Rokan Lewat Penguatan Kelistrikan
Selasa, 14 Jul 2026, 09:43 WIBJAKARTA - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau, untuk mendukung pengoperasian sejumlah sumur baru dan mengoptimalkan produksi minyak dan gas bumi (migas).
âInfrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat, dan efisien untuk keandalan produksi,â ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Sebastian Julius dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa.
GM Zona Rokan Andre Wijanarko menjelaskan bahwa di industri migas, produksi tidak hanya ditentukan oleh cadangan yang tersimpan di bawah permukaan bumi. Di balik setiap sumur yang beroperasi, terdapat sistem penunjang yang bekerja tanpa henti, salah satunya pasokan listrik yang andal.
Oleh karena itu, Pertamina Hulu Rokan memperkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau. Melalui proyek Libo Substation Upgrade, PHR meningkatkan kapasitas gardu induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA, atau bertambah 14 MVA untuk mendukung pengembangan sumur-sumur baru dan menjaga keberlanjutan produksi migas di Wilayah Kerja Rokan.
Bagi area Libo Southeast, peningkatan kapasitas listrik menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Kawasan ini saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan sumur produksi dan sumur injeksi. Seiring bertambahnya aktivitas pemboran dan pengoperasian fasilitas produksi, kebutuhan daya listrik pun meningkat signifikan.
Berbagai peralatan produksi, mulai dari Electrical Submersible Pump (ESP) hingga Water Injection Pump (WIP), memerlukan pasokan energi yang stabil agar minyak dapat diproduksikan secara optimal. Tanpa dukungan kelistrikan yang memadai, upaya peningkatan produksi akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.
"Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional," ujarnya.
Dari sisi teknis, proyek mencakup pemasangan power transformer berkapasitas 14 MVA, voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer.
Bagi PHR, gardu induk yang kini memiliki kapasitas lebih besar itu bukan sekadar fasilitas kelistrikan. Ia menjadi penggerak di balik operasi lapangan, memastikan energi terus mengalir sehingga produksi migas dari Lapangan Libo dapat terus memberi kontribusi bagi kebutuhan energi Indonesia.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Seluruh Peserta UKW PWI Jaya Angkatan ke-65 Dinyatakan Kompeten
-
Gas 30 BBTUD Diamankan! Pertamina EP & PHR Teken Kontrak Besar di IPA 2026
-
Wapres Gibran Cek Program Makan Bergizi Gratis di Minahasa, Dorong Perbaikan Sekolah
-
Siswa Tewas dalam Tawuran Pelajar di Bandung
-
Penggunaan AI Bantu Atasi Laju Penurunan Produksi Blok Rokan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.