Piala Dunia 2026: Deschamps Siapkan Duel Sengit Lini Tengah untuk Redam Dominasi Spanyol

Selasa, 14 Jul 2026, 08:56 WIB

DALLAS - Pelatih Prancis Didier Deschamps menegaskan Les Bleus tidak akan membiarkan Spanyol menguasai jalannya pertandingan pada laga semifinal Piala Dunia 2026. Kembalinya Aurelien Tchouameni diyakini menjadi tambahan kekuatan penting dalam perebutan kendali lini tengah.

Timnas Prancis siap menantang dominasi penguasaan bola Spanyol saat kedua tim bentrok pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (16/7) dini hari WIB. Pelatih Didier Deschamps menegaskan tim asuhannya tidak akan sekadar menunggu kesempatan melakukan serangan balik.

Ket. Foto: Sesi latihan Timnas Prancis menjelang laga kontra Spanyol. — Sumber: FIFA

Sepanjang turnamen, Spanyol tampil impresif berkat permainan berbasis penguasaan bola, tekanan tinggi, serta kemampuan mengendalikan tempo pertandingan. Namun, Deschamps memastikan Prancis juga ingin menguasai bola dan memaksa lawannya keluar dari zona nyaman.

"Spanyol bisa memberikan tekanan yang sangat besar, tetapi kami juga merupakan tim yang membutuhkan penguasaan bola. Akan ada pertarungan untuk memperebutkan kendali permainan," ujar Deschamps.

Gelandang muda Warren Zaire-Emery menilai Prancis memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan strategi sesuai jalannya pertandingan.

"Spanyol sangat berkualitas dalam menguasai bola. Kami juga memiliki kemampuan menyerang lewat serangan balik cepat, menjaga penguasaan bola, dan bertahan dengan baik. Jalannya pertandingan akan menentukan pendekatan kami," ujarnya.

Kabar baik datang dari kubu Prancis setelah Aurelien Tchouameni dinyatakan siap kembali memperkuat tim.

Gelandang Real Madrid itu terakhir kali bermain saat Prancis mengalahkan Swedia 3-0 pada babak 32 besar, sebelum absen pada laga melawan Paraguay dan Maroko akibat cedera hamstring.

Deschamps mengakui kondisi Tchouameni belum pulih sepenuhnya. Namun, pemain berusia 26 tahun itu sudah cukup bugar untuk masuk dalam daftar pemain yang bisa diturunkan.

"Pada pertandingan sebelumnya risikonya masih terlalu besar. Sekarang kondisinya jauh lebih baik meski belum 100 persen pulih. Yang terpenting adalah dia sudah siap bermain," ujar Deschamps.

Kehadiran Tchouameni dinilai akan memperkuat lini tengah Prancis. Selain memiliki kemampuan merebut bola dan memenangkan duel fisik, ia juga piawai membantu tim keluar dari tekanan lawan.

Meski Tchouameni telah kembali, Deschamps masih memiliki opsi mempertahankan duet Manu Kone dan Adrien Rabiot yang tampil solid saat menyingkirkan Maroko di perempat final.

Zaire-Emery juga siap menjadi alternatif apabila dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan lini tengah.

Prancis menyadari bahwa kekuatan utama Spanyol bukan hanya menciptakan peluang, melainkan membuat lawan kelelahan melalui sirkulasi bola yang cepat dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya.

Bek Jules Kounde menilai Les Bleus harus mampu menguasai bola agar tidak membiarkan Spanyol mendikte ritme pertandingan.

Deschamps percaya pengalaman Prancis di berbagai turnamen besar akan menjadi modal penting untuk menghadapi laga berintensitas tinggi tersebut.

Les Bleus memburu final Piala Dunia ketiga secara beruntun setelah menjadi juara pada 2018 dan finis sebagai runner-up pada 2022.

Meski begitu, Deschamps enggan menjadikan dua kekalahan sebelumnya dari Spanyol sebagai acuan. Prancis disingkirkan La Roja pada semifinal Euro 2024 dan kembali kalah pada semifinal UEFA Nations League 2025.

"Tidak ada pelajaran khusus dari pertandingan-pertandingan itu. Pemain yang tampil sekarang berbeda dan kondisi mereka juga tidak sama. Memang Spanyol memenangkan dua laga tersebut dan kami memberi selamat kepada mereka, tetapi yang terpenting bagi saya adalah pertandingan besok," tegas Deschamps.

Di lini depan, Prancis masih mengandalkan Kylian Mbappe yang menjadi pencetak gol terbanyak turnamen meski saat ini masih menjalani pemulihan dari cedera ringan di pergelangan kaki.

Namun, Deschamps menyadari hasil pertandingan kemungkinan besar akan ditentukan oleh keberhasilan lini tengah Prancis membatasi dominasi penguasaan bola Spanyol sekaligus menyuplai bola kepada para penyerang.

Bagi Deschamps, kemampuan beradaptasi menjadi kunci konsistensi Prancis selama bertahun-tahun.

"Sebagai pelatih, kata yang paling penting adalah adaptasi. Sepak bola bukan ilmu pasti, tetapi persiapan dan perencanaan hingga ke detail terkecil selalu sangat penting," tandasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.