Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IKN Menerapkan Kota Spons sebagai Solusi Berbasis Alam

📅 Sabtu, 18 Mei 2024, 03:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
IKN Menerapkan Kota Spons sebagai Solusi Berbasis Alam Doc: antara

JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut Ibu Kota Nusantara menerapkan kota spons untuk mengembalikan dan menjaga siklus alami air sebagai Solusi Berbasis Alam.

"IKN menerapkan konsep kota spons untuk mengembalikan dan menjaga siklus alami air yang berubah karena perubahan fungsi dan tutupan lahan serta menambah ketersediaan air. Penerapan konsep ini akan memberikan manfaat pemanenan air untuk tambahan ketersediaan air dan pengurangan bahaya banjir, manfaat pemurnian air dan pelestarian ekologi, efisien sistem sumber daya air, serta manfaat ekonomi, sosial dan kultural bagi masyarakat," ujar Deputi Bidang Lingkugan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Safitri di Jakarta, Jumat (17/5).

Myrna mengatakan, Solusi Berbasis Alam sangat cocok diterapkan di IKN. Hal ini menimbang fakta bahwa pertama, selaras dengan visi menjadi kota hutan yang cerdas dan berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam Master Plan Nusantara 2022.

Kedua, infrastruktur Terintegrasi Biru-Hijau Air (biru) dan alam (hijau) merupakan bagian integral dari pembangunan IKN agar layak huni dan sesuai dengan ekosistem kota yang ada, dan, ketiga yakni Nusantara mempunyai nilai unik karena terletak di tengah ekosistem hutan dan ingin menghutankan kembali ekosistem yang rusak. Solusi berbasis Alam di IKN akan memiliki berbagai manfaat tambahan yang unik di setiap proyek, bergantung pada solusi yang diterapkan.

Otorita IKN telah memilih beberapa proyek kecil yang potensial, dinilai dengan beberapa analisis multi-kriteria. Analisis multi-kriteria dilakukan dengan melibatkan lembaga pemerintah untuk memahami bidang-bidang prioritas dan memprioritaskan investasi Solusi Berbasis Alam untuk berbagai bidang tersebut menggunakan kriteria seleksi yang ditentukan.

Terdapat 12 potensi investasi Solusi Berbasis Alam, dievaluasi dan diseleksi berdasarkan 10 kriteria seleksi kualitatif untuk memberikan daftar prioritas investasi.

Myrna Safitri menjelaskan mengenai kebijakan dan aksi Otorita IKN dalam mengawal pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara, kota yang bersih, berketahanan iklim, berkelanjutan, dan layak huni.

"Nusantara dicita-citakan sebagai kota yang mengedepankan pelestarian lingkungan, lewat konsep Smart Forest City dan Net Zero City, yang diupayakan dengan melakukan reforestasi 65 persen luasan kawasan IKN sebagai kawasan lindung," ujarnya.

IKN merupakan salah satu kota yang memiliki titik keanekaragaman hayati endemik yang tinggi. IKN memiliki 7 area kaya akan biodiversitas (dalam radius 50km), yang di dalamnya terdapat 3.889 spesies yang diantara spesies tersebut terdapat 440 spesies yang masuk ke IUCN Red-List. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.