Pemerintah Optimalkan Kawasan Hortikultura Terpadu
Jumat, 17 Mei 2024, 11:21 WIBSURABAYA - Kementerian Pertanian (Kementan) mengelola kawasan hortikultura terpadu dari hulu hingga hilir di 10 ribu hektare lahan kering yang tersebar di 13 kabupaten pada tujuh provinsi se-Indonesia.
Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal (Plt Sekjen) Kementan, Prihasto Setyanto menjelaskan penentuan 13 lokasi dari total 514 kabupaten di Indonesia melalui serangkaian proses perencanaan panjang.
"Di antaranya melalui studi kelayakan, serta survei, investigasi dan desain," katanya saat kick off atau peluncuran kegiatan bertajuk Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) yang dipusatkan, di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (16/5).
Lahan 10 ribu hektare di 13 Kabupaten pada tujuh provinsi tersebut meliputi Kabupaten Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Sumedang, Batang, Wonosobo, Sumenep, Gresik, Lumajang, Buleleng, Enrekang, Gowa, dan Ende.
Total luas lahan 10 ribu hektare ini nantinya akan digunakan untuk pengembangan cabai, bawang merah, mangga, durian, manggis, jeruk, sayuran daun, tanaman obat, dan aneka buah lainnya.
Dalam pelaksanaannya yang dicanangkan mulai 2024 hingga 2028, Kementan menggandeng Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Prihasto mengungkapkan kegiatan ini diproyeksikan menjawab berbagai tantangan hortikultura nasional.
"HDDAP bertujuan mengonsolidasikan 10 ribu hektare lahan kering dan petani hortikultura secara berkelanjutan dalam wadah Kelembagaan Ekonomi Petani atau KEP di 13 kabupaten untuk menghasilkan produk hortikultura berkualitas sesuai kebutuhan domestik, industri, dan ekspor," ujarnya.
Output yang akan dicapai adalah terkonsolidasinya 10 ribu hektare lahan kering dan petani hortikultura secara berkelanjutan di lokasi HDDAP.
Dampak Ekonomi
Kementan menargetkan terbentuknya KEP yang bankable di 13 kabupaten lokasi tersebut. Diharapkan menghasilkan dampak ekonomi yang luar biasa bagi petani hortikultura melalui efisiensi penggunaan input dan peningkatan produksi, produktivitas serta peningkatan kualitas dan harga jual produk.
Selain itu peningkatan konektivitas jalan usaha tani dan penyediaan sumber air akan mendorong efisiensi budi daya dan peningkatan rantai nilai.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
10 Film Terbaik Abad Ini Pilihan Penulis Tersohor Stephen King, Wajib Ditonton Lagi!
-
Kementan Gandeng Pemda Magetan Perkuat Serapan Telur Peternak Rakyat
-
Industri Susu Tingkatkan Produksi Kemasan untuk Program MBG
-
Kemendiktisaintek Terbitkan Edaran Soal Penyesuaian Pola Belajar di Kampus
-
Sikap China Terkait Ancaman Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran dan Krisis Energi Global
-
UE Minta Warganya WFH dan Kurangi Kecepatan Kendaraan
-
Ambisi Treble Winners Bayern Diuji Leverkusen di Semifinal Piala Jerman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.