Status Gunung Ruang Turun, Kini Para Pengungsi di Luar Zona Merah Mulai Pulang
Kamis, 16 Mei 2024, 00:14 WIBJakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan para pengungsi secara bertahap akan dipulangkan usai menurunnya status aktivitas Gunung Ruang.
Dalam siaran yang ditayangkan melalui media sosial BNPB di Jakarta pada Rabu, tim Kedeputian Penanganan Darurat BNPB Syekh Abdul Qadir menjelaskan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun Pemerintah Kabupaten Sitaro sudah mulai memproses kepulangan para pengungsi yang berada di luar zona merah, khususnya yang berada di luar Pulau Ruang.
"Untuk pengungsi yang di luar zona merah, khususnya di luar Pulau Ruang, pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Sitaro sudah memulai proses untuk memulangkan pengungsi yang ada di empat kabupaten kota. Sementara pengungsi yang masuk dalam zona merah atau yang relokasi, masih tersebar di lima kabupaten kota tersebut," jelasnya.
Selain memproses pemulangan para pengungsi, ia juga menyebutkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara terkait pelaksanaan ujian sekolah bagi para siswa-siswi yang menjadi pengungsi usai menurunnya status level Gunung Ruang.
Syekh menjelaskan, kegiatan belajar mengajar bagi para pengungsi tetap akan dilakukan di titik-titik yang telah ditentukan, termasuk nantinya ujian sekolah yang akan dilaksanakan secara bersama-sama di tiap titik.
"Jadi sudah ada perencanaan untuk sekolah darurat dan bagaimana nanti untuk melakukan ujian secara bersama-sama. Jadi strateginya adalah sekolahnya masing-masing di lokasi pengusian, baik sekolah yang sekitar pengungsian, namun ketika memasuki masa ujian, dalam satu momentum, semua titik melaksanakan ujian bersama, walaupun tempatnya berbeda-beda. Dan ini akan difasilitasi oleh dinas pendidikan setempat,"
Sebelumnya pada Senin (13/5), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan penurunan status Gunung Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, dari sebelumnya level IV atau awas saat ini menjadi level III atau siaga.
"Gempa vulkanik cenderung rendah lebih didominasi oleh gempa tektonik yang diperkirakan pengaruh dari subduksi Sulawesi Utara dan subduksi ganda di Laut Maluku," kata Kepala PVMBG, Hendra Gunawan dalam laporan yang diterima di Jakarta.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PBB: Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas dalam Dua Kecelakaan Kapal di Lepas Pantai Myanmar
-
PT KAI Ungkap Jumlah Penumpang KA Parahyangan Capai 570.192 Orang
-
Lecuona Akhiri Rentetan 25 Kemenangan Bulega di WSBK Inggris 2026
-
Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik
-
Pemkot Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026
-
Luas Sawah Terus Menyusut, DPRD Bali Ingin Revisi Perda untuk Tingkatkan Bantuan Subak
-
Bapanas Mencatat 7,7 Juta Ton CBP Disalurkan ke Masyarakat Selama 2023–2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.