Lawrence Wong Dilantik sebagai Perdana Menteri Singapura

Kamis, 16 Mei 2024, 00:00 WIB

SINGAPURA - Lawrence Wong, pada hari Rabu (15/5), diambil sumpah sebagai Perdana Menteri baru Singapura, mengikuti pengunduran diri pejabat sebelumnya yang telah dua dekade menjabat, Lee Hsien Loong.

Wong, mantan Wakil Perdana Menteri, akan menjadi orang kedua yang bukan anggota keluarga Lee Kuan Yew, yang memimpin negara kota itu ketika dia dilantik pada pukul 20.00 waktu setempat (12.00 GMT).

Ket. Foto: Lawrence Wong, PM baru Singapura — Sumber: AFP/EDGAR SU/POOL

Dikutip dari Yahoo News, ekonom berusia 51 tahun dan lulusan Amerika Serikat ini secara luas dipandang sebagai orang yang paham media sosial dan secara efektif menangani krisis Covid-19 ketika dia mengawasi gugus tugas pandemi pemerintah.

"Dia membawa gaya kepemimpinan yang lebih selaras dengan generasi yang berbeda," kata Mustafa Izzuddin, analis politik di konsultan Solaris Strategies Singapura.

"Prinsip inti dari Singapura akan tetap ada karena ini adalah sistem yang telah bekerja selama bertahun-tahun. Namun menurut saya, gayanya mungkin sedikit berbeda karena dia berasal dari generasi yang berbeda," tuturnya.

Generasi Baru

Wong, yang juga menjabat Menteri Keuangan, terpilih sebagai pewaris Lee pada tahun 2022 dari generasi baru anggota parlemen dari Partai Aksi Rakyat atau People's Action Party (PAP) yang memerintah tanpa gangguan sejak kemerdekaan pada tahun 1965.

Ayah Perdana Menteri Lee, Lee Kuan Yew, adalah perdana menteri pertama Singapura ketika Singapura menjadi negara berdaulat setelah penyatuan singkat dengan Malaysia.

Sang patriark yang tegas, yang pernah berkata bahwa dia lebih suka ditakuti daripada dicintai, mengawasi transformasi Singapura dari pos kolonial Inggris yang sepi menjadi pusat keuangan hanya dalam waktu lebih dari 30 tahun.

Pada tahun 1990, Lee yang lebih tua menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya, mantan eksekutif pelayaran Goh Chok Tong, yang pada awalnya dianggap sebagai "penghangat kursi" bagi putra sang kepala keluarga. Namun, Goh bertahan selama 14 tahun sebelum Lee yang lebih muda mengambil alih pada tahun 2004.

Wong, yang menjadi perdana menteri keempat dalam sejarah Singapura, harus memimpin PAP menuju pemilihan umum berikutnya, yang baru akan dilaksanakan pada bulan November 2025, tetapi dapat dilaksanakan pada awal tahun ini.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.