Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang-AS Sepakat Kembangkan Pencegat Misil Hipersonik

📅 Kamis, 16 Mei 2024, 02:25 WIB | Oleh:
Jepang-AS Sepakat Kembangkan Pencegat Misil Hipersonik Doc: Raytheon Missiles Defense
Ket. Senjata Pencegat | Ilustrasi pencegat yang dikembangkan oleh perusahaan Raytheon Missiles Defense diluncurkan dari sebuah kapal perang. Pada Rabu (15/5), Jepang dan AS meneken kesepakatan untuk mengembangkan pencegat yang bisa menembak jatuh misil hipersonik.

TOKYO - Jepang dan Amerika Serikat (AS) berencana mengembangkan pencegat untuk menembak jatuh misil hipersonik pada tahun 2030-an berdasarkan kontrak yang ditandatangani kedua negara pada Rabu (15/5).

Rencana tersebut pertama kali diumumkan pada Agustus lalu ketika para pemimpin negara tersebut bertemu pada pertemuan puncak dengan Korea Selatan di Camp David.

"Dalam beberapa tahun terakhir, di seluruh Jepang, teknologi terkait misil seperti senjata hipersonik telah meningkat secara dramatis," kata Kementerian Pertahanan Jepang dalam sebuah pernyataan tentang perjanjian untuk bersama-sama mengembangkan apa yang disebutGlide Phase Interceptor. "Memperkuat kemampuan intersepsi terhadap misil hipersonik adalah masalah yang mendesak," imbuh kementerian itu.

Pemerintah Jepang telah memasukkan 75 miliar yen (480 juta dollar AS) dalam anggaran tahun 2024 untuk pengembangan pencegat. Misil hipersonik terbang dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara dan memiliki lintasan yang tidak teratur, sehingga sulit untuk dicegat.

Dana sebesar 75 miliar yen tersebut merupakan bagian dari rekor anggaran pertahanan sebesar 7,95 triliun yen yang disetujui tahun lalu, seiring dengan meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok dan Korea Utara.

Perdana Menteri Fumio Kishida telah berjanji untuk menggandakan belanja pertahanan hingga standar NATO sebesar dua persen dari PDB pada tahun 2027.

Jepang mempunyai konstitusi pasca perang yang bersifat pasifis, yang membatasi kapasitas militernya pada tindakan yang bersifat defensif. Namun Tiongkok memperbarui kebijakan keamanan dan pertahanan utama pada 2022 sehingga secara eksplisit meningkatkan tantangan yang ditimbulkan oleh Tiongkok terhadap Jepang dan AS. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Megapolitan
Pemkab Karawang Siapkan PSE...

KKP Antarkan Lele Marinasi Asal Bandung Tembus Pasar Taiwan

23 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
KKP Antarkan Lele Marinasi ...
GIIAS 2026 Tunjukkan Tren Positif hingga Hari Terakhir, Antusiasme pada Perkembangan Dunia Otomotif Meningkat

GIIAS 2026 Tunjukkan Tren Positif hingga Hari Terakhir, Antusiasme pada Perkembangan Dunia Otomotif Meningkat

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.