Kabupaten Penajam Paser Utara Identifikasi Lahan Potensial untuk Perluas Areal Padi
📅 Rabu, 15 Mei 2024, 03:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Nyaman Bagus Purwaniawan
Penajam Paser Utara - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melakukan identifikasi lahan potensial untuk memperluas areal tanaman padi guna memperkuat ketahanan pangan seiring dengan keberadaan Kota Nusantara, ibu kota negara baru Indonesia.
"Kami lakukan identifikasi lahan potensial untuk buka lahan persawahan baru," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto di Penajam, Selasa (14/5).
Identifikasi lahan potensial untuk memperluas areal tanam padi dilakukan di Kecamatan Penajam, Waru, dan Babulu. Ketiga kecamatan itu masih memiliki potensi untuk pembukaan lahan persawahan baru.
Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara juga melakukan identifikasi terhadap lahan persawahan yang sudah tidak digarap masyarakat di Kecamatan Penajam, Waru, dan Babulu.
Ada beberapa titik lahan persawahan yang sudah lama tidak digarap, menurut dia, karena pemilik lahan berdomisili di luar Kabupaten Penajam Paser Utara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lahan persawahan yang lama tidak digarap itu ditumbuhi gulma dan berpotensi merugikan petani sekitarnyakarena menjadi sarang hama tanaman.
"Kami minta pejabat kewilayahan lakukan komunikasi dengan pemilik lahan agar lahan sawah itu diserahkan kepada keluarga yang ada atau pemerintah untuk digarap" katanya.
Ia menjelaskan pembukaan lahan persawahan atau perluasan areal tanam padi perlu diprogramkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan ibu kota negara baru Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketahanan pangan harus diperkuat, kebutuhan pangan terus meningkat dengan keberadaan Kota Nusantara," ucapnya.
Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini memiliki lahan persawahan produktif mencapai 8.000 hektare, sedangkan paling luas berada di Kecamatan Babulu.
Luas lahan persawahan itu mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat, bahkan setiap tahun mengalami surplus beras sekitar 15 ton, demikian Andi Trasodiharto.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!