Pengamat Pendidikan: Study Tour Jangan Jadi Ajang Sekolah Cari Uang
Senin, 13 Mei 2024, 19:24 WIBJAKARTA - Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji, meminta agar sekolah jangan menjadikan study tour atau karya wisata sebagai ajang mencari uang. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat study tour seperti yang terjadi di Subang, Sabtu (11/5) petang.
"Problem di Indonesia, study tour karya wisata ini tujuannya komersial, mencari uang. Bukan untuk mendidik," ujar Indra, dalam tayangan youtube Pendidikan Vox Point, Senin (13/5).
Dia menyebut, study tour atau karya wisata merupakan bagian dari pendidikan untuk menambah pengalaman kontekstual bagi peserta didik. Menurutnya, masalah di Indonesia study tour kerap jadi ajang komersialisasi pihak sekolah.
"Kalau tujuan utama komersial, berpikirnya adalah mengambil untung sebanyak-banyaknya, biaya semurah-murahnya. Tentunya dalam memilih sarana transportasi akan cari semurah mungkin atau cashback setinggi mungkin," jelasnya.
Sebelumnya, sebuah bus pariwisata yang ditumpangi rombongan pelajar SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong, di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5) petang. Data sementara korban meninggal dunia dalam kecelakaan itu berjumlah 11 orang dan empat orang luka berat.
Mekanisme Pengawasan
Indra menyampaikan belasungkawa atas kejadian di Subang. Menurutnya, kegiatan study tour atau karya wisata selanjutnya mesti memiliki mekanisme yang jelas, termasuk pengawasan.
Dia menilai, untuk sekolah negeri, maka program study tour atau karya wisata mesti jadi bagian dari kegiatan yang dibiayai pemerintah. Dengan demikian, sekolah tidak lagi membebankan pendanannya kepada orang tua.
"Sekolah negeri tidak boleh ada pungutan atau SPP sehingga muncullah kegiatan study tour, dan lain-lain. Ini membuat kacau. Kalau jadi program pemerintah tentunya lebih terkontrol," katanya.
Indra menambahkan, untuk sekolah swasta maka mesti ada pembicaraan dengan pihak orang tua. Dengan demikian, orang tua jadi mitra sekolah untuk mendidik murid, termasuk dalam pelaksanaan study tour.
"Rencana tahunan itu mau ngapain, tujuannya apa, biayanya bagaimana, orang tua keberatan enggak dengan biaya segitu. Orang tua jadi mitra sekolah untuk mendidik putra-putrinya," ucapnya.
Secara terpisah, Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anang Ristanto, juga turut menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Pihaknya telah mengunjungi keluarga para korban dan terus berkoordinasi erat dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan SMK Lingga Kencana Depok terkait perkembangan yang terjadi.
"Kemendikbudristek terus mendorong pemerintah daerah dan satuan pendidikan untuk memprioritaskan keselamatan murid dalam semua bentuk pembelajaran yang dilakukan. Musibah ini tentunya harus menjadi perhatian bagi seluruh pihak untuk terus menciptakan pembelajaran yang lebih aman dan nyaman," tuturnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
PSBS Biak Kontra Persebaya Bermain Imbang, Padahal 3 Kartu Merah Bertebaran
-
Soal Study Tour, Walkot Bandung Farhan Beda dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Apa Alasannya?
-
Jennie Blackpink ‘Comeback’ Solo Bakal Rilis Album Studio Pertama
-
Tim Palang Merah Diberi Akses ke Zona Kuning Gaza
-
Berani "Melawan KDM", Beberapa Daerah Ini Tetap Mengizinkan Study Tour Bagi Siswa / Pelajar Sekolah Jawa Barat
-
Kasus Pembunuhan Anak di Bawah Umur, Tersangka Anggota DPRD Wakatobi Peragakan 29 Adegan di Rekonstruksi
-
Anggota DPR ingatkan study tour harus berorientasi pendidikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.