NASA Gandeng Sejumlah Pihak di RI Kenalkan Penelitian Luar Angkasa
📅 Senin, 06 Mei 2024, 00:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Aris Wasita
SOLO - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA) menggandeng sejumlah pihak di Indonesia untuk mengenalkan penelitian luar angkasa. Hal ini dilakukan karena Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan antariksa.
Pada kegiatan seminar Antariksa dengan temaIgniting ASEAN'S Space Exploration Oddysseydi Solo Technopark, Jawa Tengah, Minggu (5/5) tersebut NASA bekerja sama dengan sejumlah pihak, antara lain Voyager Space, NASA HUNCH, Occullospace, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Vice President of NASA HUNCH Amerika Serikat Program,Scott Rodriguez mengatakan salah satu misi NASA HUNCH adalah memberdayakan dan menginspirasi siswa melalui program pembelajaran berbasis proyek.
Pada program tersebut, siswa sekolah bisa mengembangkan keterampilan dan memiliki kesempatan untuk meluncurkan aplikasi mereka melalui partisipasi dalam desain dan pembuatan produk bernilai untuk NASA.
"Untuk memulai itu, kami harus menambah sistem edukasi di Indonesia tentang antariksa saat ini, salah satunya dengan meningkatkan ketertarikan para siswa di sekolah menengah tentang space industri sebelum nantinya mereka dapat mengimplementasikan di jenjang perguruan tinggi," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihaknya mencatat hingga saat ini NASA HUNCH sudah memiliki sekitar 500 program yang diimplementasikan di 190 sekolah menengah atas dengan melibatkan 3.200 siswa di lima pusat NASA.
Ia mengatakan program tersebut tersebar di 37 negara bagian di Amerika Serikat. Hingga saat ini ada delapan bidang fokus utama yang dikembangkan oleh NASA HUNCH, yakni perangkat keras atau permesinan presisi, softgoods atau artikel penerbangan yang dijahit, desain dan prototipe, konfigurasi penerbangan, kuliner atau ilmu pangan, video dan media, perangkat lunak, serta ilmu biomedis.
Pada kesempatan yang sama, Pendiri OculloSpace, Dr Franco Gan mengatakan Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan antariksa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Potensi Indonesia sangat bagus, tempatnya juga bagus dengan segala sumber dayanya. Bahkan, bisa membentuk ekosistem industri ruang angkasa, mulai dari pabrik, sparepart, dan semua komponen di Indonesia sudah menyediakan. Bahkan, ini bisa berlaku jangka panjang," katanya.
Meski demikian, katanya, semua butuh proses. Dalam hal ini pendidikan mengenai ruang angkasa dikenalkan sedini mungkin, yakni mulai dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi.
"Ini harus berjalan langkah demi langkah. Mulai dari dibangunnya proyek NASA HUNCH dan Occullospace," katanya.
Sementara itu, Dewan Pengarah BRIN Prof Marsudi Wahyu Kisworo mengatakan Indonesia merupakan negara yang sangat kaya dengan sumber daya.
"Selama ini yang kita lihat kan sumber daya alam, seperti tambang dan lain-lain. Selain itu, juga ada sumber daya laut. Padahal Indonesia juga punya sumber daya angkasa," katanya.
Ia mengatakan melalui acara tersebut diharapkan bisa tersampaikan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa ada sumber daya angkasa yang masih terabaikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!