Indonesia Soroti Kesenjangan Pembangunan di Negara-negara OKI

Senin, 06 Mei 2024, 00:03 WIB

JAKARTA - Negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dinilai masih menghadapi tantangan besar yakni kesenjangan pembangunan. Beberapa negara anggota OKI bahkan sedang bergulat dengan kemiskinan yang meluas.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, dalam pidatonya pada KTT OKI di Banjul, Gambia, akhir pekan lalu, menyebutkan kalau ada 21 dari 46 negara berkembang merupakan anggota OKI yang angka kemiskinannya meluas.

Ket. Foto: Menlu Indonesia, Retno Marsudi — Sumber: ADEK BERRY/AFP

Sebab itu, Indonesia mendesak keterlibatan lebih besar sektor swasta di negara-negara OKI melalui peningkatan kesepakatan perdagangan dan investasi. Retno juga dalam kesempatan itu menekankan pentingnya OKI memprioritaskan kemajuan akan hak pendidikan perempuan di Afghanistan.

"Perempuan di Afghanistan dan belahan dunia lainnya berhak mendapatkan persamaan hak, dan isu perempuan harus diarusutamakan dalam kebijakan dan kegiatan OKI," kata Retno.

Menanggapi kondisi di negara anggota OKI tersebut, pakar kemiskinan dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Bagong Suyanto, mengatakan negara-negara OKI harus memperioritaskan program pembangunannya untuk mengatasi kesenjangan di wilayahnya agar menghasilkan pertumbuhan yang berkualitas.

"Adanya kesenjangan secara geografis maupun sosial ekonomi yang terjadi di beberapa negara di dunia dapat mengurangi efektivitas program-program pembangunan yang mereka jalankan," kata Bagong.

Ketimpangan sosial ekonomi itu terlihat pada bidang pendidikan, pendapatan, pekerjaan formal, pekerjaan di fasilitas kesehatan, dan petugas kesehatan. Adapun ketimpangan geografis, misalnya keterlambatan mengadopsi manfaat teknologi digital disebabkan infrastruktur internet di wilayah-wilayah negara-negara, yang sekarang marak digunakan untuk pemasaran produk UMKM.

"Ketidaksetaraan sosial ekonomi dan geografis yang signifikan akan menjadi faktor keterlambatan masyarakat dalam mengadopsi atau mendapatkan manfaat dari berbagai program yang dicanangkan negaranya. Negara miskian berkesempatan naik kelas adalah apabila terdapat diferensiasi struktural dalam tatanan ekonomi masyarakat yang relatif utuh tidak terpecah," kata Bagong.

Hapus Kemiskinan

Sementara itu, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan ketimpangan tersebut imbas dari relasi yang timpang dalam sistem kapitalisme global. Sumber daya ekonomi yang didominasi oleh korporasi transnasional dengan berbagai agenda neoliberal menyulitkan upaya menghapus kemiskinan.

Di sisi lain, korporasi transnasional ini juga sebagian besar punya negara-negara maju yang membuat agenda penghapusan kemiskinan hanya dilakukan oleh negara-negara OKI sendiri.

Menurut Awan, negara-negara OKI perlu mendorong penghapusan kemiskinan melalui realisasi sistem ekonomi global yang berkeadilan dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) yang merupakan program pembangunan berkelanjutan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.