Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkominfo Gunakan 'SMS Blast' Jadi Sarana Informasi Erupsi Gunung Ruang

📅 Minggu, 05 Mei 2024, 17:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkominfo Gunakan 'SMS Blast' Jadi Sarana Informasi Erupsi Gunung Ruang Doc: ANTARA FOTO/Andri Saputra
Ket. Warga menunggu kedatangan KRI Kakap-811 untuk mengungsi di Pelabuhan Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, Kamis (2/5). Proses evakuasi warga yang terdampak erupsi Gunung Ruang terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah armada kapal dari berbagai instansi dan jumlah warga yang diungsikan dari Pulau Tagulandang mencapai 3.792 orang.

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggunakan layanan SMS Blast bekerja sama dengan para operator seluler sebagai sarana informasi kebencanaan kepada masyarakat di sekitar yang terdampak Erupsi Gunung Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut).

Direktur Jenderal Pengendalian Pos dan Informatika (Dirjen PPI) Kemenkominfo, Wayan Toni Supriyanto, mengatakan sumber informasi yang digunakan Kementerian Kominfo dalam SMS Blast itu mengacu pada hasil pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Informasi kebencanaan khusus terkait dengan Gunung Ruang berasal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kementerian ESDM. Kementerian Kominfo sudah bekerja sama dengan PVMBG dan Kominfo akan mengirimkan SMS blast ke daerah terdampak di daerah Gunung Ruang berdasarkan info dari PVMBG," kata Wayan kepada Antara, Jumat (3/5) lalu.

SMS Blast itu menjadi salah satu bentuk early warning system kepada masyarakat yang memiliki gawai apabila terjadi perubahan status kebencanaan di kawasannya tinggal. Harapannya melalui SMS Blast itu masyarakat terdampak erupsi Gunung Ruang bisa mendapatkan informasi terbaru dan dapat menyiapkan diri menyesuaikan perubahan situasi dan kondisi yang berlangsung.

Selain memberikan informasi kepada masyarakat yang terdampak, Kementerian Kominfo juga secara intensif melakukan pemantauan untuk memastikan infrastruktur telekomunikasi di area terimbas erupsi Gunung Ruang guna menjaga komunikasi bisa tetap berlangsung.

"Kementerian Kominfo memiliki Pusat Monitoring Telekomunikasi yang beroperasi selama 24 jam non-stop untuk memantau layanan telekomunikasi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di area terdampak erupsi," kata Wayan.

Sejak terjadinya erupsi Gunung Ruang pada Selasa (30/4), Kementerian Kominfo mencatat awalnya ada tujuh infrastruktur telekomunikasi berupa base transceiver station (BTS) yang mengalami kendala operasional.

BTS-BTS yang terdampak operasionalnya tersebut, terletak di Pulau Tagulandang dekat dengan lokasi letusan Gunung Ruang. Koordinasi langsung dilakukan dengan operator seluler untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

"Saat ini, tersisa dua BTS yang masih dalam keadaan down yang berlokasi di Desa Barangka Pehe dan Desa Balehumara, Kecamatan Tagulandang, yang mencakup 10,5 persen dari total BTS di kecamatan tersebut," kata Wayan.

Adapun sisa BTS yang terdampak dan belum dapat diperbaiki tersebut berada di lokasi rawan sehingga penanganannya masih diupayakan.

Meski begitu, saat ini operator seluler memprioritaskan penguatan ketersediaan layanan telekomunikasi di daerah pengungsian untuk memudahkan akses komunikasi dengan pihak luar. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.