Jerman Salahkan Russia atas Serangan Siber 2023

Jumat, 03 Mei 2024, 13:48 WIB

SYDNEY - Jerman menyalahkan peretas yang disponsori negara Russia atas serangan dunia maya yang "tidak dapat ditoleransi" terhadap anggota Partai Sosial Demokrat dan memperingatkan akan konsekuensinya.

Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan penyelidikan pemerintah federal Jerman mengenai siapa yang berada di balik serangan siber terhadap SPD pada tahun 2023 baru saja selesai.

Ket. Foto: Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock. — Sumber: Times of Malta/AFP

"Hari ini kami dapat mengatakan dengan jelas (bahwa) kami dapat menghubungkan serangan siber ini dengan sebuah kelompok bernama APT28, yang dikendalikan oleh dinas intelijen militer Russia," katanya dalam konferensi pers saat berkunjung ke Australia, Jumat (3/5).

"Dengan kata lain, ini adalah serangan siber Russia yang disponsori negara terhadap Jerman dan ini benar-benar tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat diterima serta akan memiliki konsekuensi."

APT28, juga dikenal sebagai Fancy Bear, dituduh melakukan puluhan serangan dunia maya di negara-negara di seluruh dunia.

Baerbock tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai serangan siber terhadap SPD.

Unit respons keamanan komputer Uni Eropa CERT-EU tahun lalu mencatat laporan media Jerman bahwa seorang eksekutif SPD menjadi sasaran serangan dunia maya pada Januari 2023, "yang mengakibatkan kemungkinan paparan data".

Dikatakan, ada "tanda-tanda nyata" bahwa benda tersebut berasal dari Russia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Jerman usai pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong di Adelaide, Australia Selatan.

Wong mengatakan Australia "sangat terganggu" dengan aktivitas dunia maya yang diangkat oleh Baerbock.

"Australia menyatakan solidaritasnya dengan Jerman menyerukan negara-negara yang bertindak bertentangan dengan norma-norma perilaku negara yang bertanggung jawab di dunia maya," kata Wong.

"Kami sebelumnya telah bergabung dengan Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru dalam menghubungkan aktivitas siber berbahaya dengan APT28."

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.