Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Rawan Terkoreksi

📅 Kamis, 02 Mei 2024, 08:42 WIB | Oleh:
IHSG Rawan Terkoreksi Doc: istimewa

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi usai libur Hari Buruh. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sentimen eksternal.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Kamis (2/4), rawan terkoreksi di level support 7.191 dan resistance 7.275.

Menurutnya, pergerakan IHSG akan dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal, seperti rilis data pekerjaan Amerika Serikat (AS), keputusan Fed Fund Rate (FFR), dan pergerakan harga komoditas dunia.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/4) sore, ditutup menguat di tengah pelaku pasar sedang bersikap wait and see pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed.

IHSG ditutup menguat 78,42 poin atau 1,10 persen ke posisi 7.234,20. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 11,37 poin atau 1,24 persen ke posisi 926,72.

"Bursa regional Asia menguat, alhasil mendukung IHSG lanjutkan di zona positif," kata Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, katalis positif seiring dengan menguatnya bursa Amerika Serikat (AS) yang didukung oleh kinerja perusahaan yang positif dan juga laporan aktivitas manufaktur China yang tetap di jalur ekspansi.

National Bureau of Statistics (NBS) melaporkan aktivitas pabrik Tiongkok meningkat lebih cepat dari perkiraan prediksi pasar pada April 2024, dimana PMI Manufaktur berada di 50,4 dibandingkan dengan perkiraan konsensus pasar 50,3.

Sehingga, pasar menilai ekspansi aktivitas manufaktur di tengah upaya berkelanjutan dari Beijing untuk memacu peningkatan ekonomi.

Lebih lanjut, pelaku pasar sedang mencermati pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral AS The Fed pada Rabu (30/4) dan Kamis (1/5) pekan ini.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor meningkat dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik 2,10 persen, diikuti sektor energi dan sektor barang baku yang masing-masing naik sebesar 1,61 persen dan 1,37 persen.

Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam minus 0,18 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer yang minus 0,11 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

48 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.