Warga Diimbau Tetap Tenang Terkait Dampak Letusan Gunung Ruang
📅 Rabu, 01 Mei 2024, 07:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Diskominfotik Provinsi Gorontalo
Gorontalo - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mengimbau warga untuk tetap tenang dan waspada menyikapi abu vulkanik Gunung Ruang di Sulawesi Utara yang sudah berdampak hingga ke sejumlah wilayah daerah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sofian Ibrahim pada keterangan pers di Kota Gorontalo, Selasa malam.
"Tenang dalam arti tidak perlu panik dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Waspada dalam arti melindungi diri dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," ucap Sekda.
Sofian meminta kepada masyarakat ketika kembali ke rumah, untuk segera mengganti pakaian dan membersihkan diri untuk memastikan tidak ada abu vulkanik yang melekat di badan.
Pihaknya memastikan pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota terus melakukan pemantauan situasi terkini abu vulkanik dengan semua pemangku kepentingan. Beberapa langkah pencegahan dini dilakukan salah satunya dengan membagikan masker kepada pengguna jalan.
"Mulai malam ini BPBD, PMI dan Dinas Kesehatan melakukan distribusi masker sebagai bagian dari pencegahan sekaligus mengajak masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar rumah. Kita akan pantau terus situasinya," ujar dia.
Terkait penutupan Bandara Djalaluddin Gorontalo, ia menyerahkan kepada otoritas bandara untuk melakukan pemantauan dan evaluasi. Setiap satu jam sekali pihak Bandara Djalaluddin melakukan pemantauan abu di landasan pacu dan apron. Termasuk pantauan BMKG soal sebaran abu vulkanik melalui Citra Satelit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!