Kemen ESDM Akselerasi Bahan Bakar Rendah Karbon
Kamis, 25 Apr 2024, 09:06 WIBJAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakselerasi penurunan emisi karbon pada bahan bakar, baik bahan bakar minyak maupun avtur, untuk menghadapi kebijakan Mekanisme Penyesuaian Perbatasan Karbon (Carbon Border Adjustment Mechanism/CBAM) oleh Uni Eropa.
"Jangan lupa per 1 Januari 2026, Eropa akan menerapkan CBAM, Carbon Border Adjustment Mechanism," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Eniya Listiani Dewi di Jakarta, Rabu (24/4).
Dengan mekanisme tersebut, kata Eniya, pelaku industri ekspor di Indonesia akan dikenakan pajak karbon oleh Eropa. Berbagai aktivitas produksi yang mengakibatkan emisi karbon akan dikenakan pajak.
Oleh karena itu, pemerintah sedang mengupayakan langkah-langkah yang dapat menekan emisi karbon dalam produksi maupun distribusi barang-barang ekspor Indonesia.
Salah satu langkahnya, yakni menekan emisi karbon dalam bahan bakar minyak dan avtur.
"Sekarang kami sedang mengupayakan B40. Kalau di SPBU-SPBU sekarang B35, sebentar lagi nanti B40 akan kami masukkan," ujar Eniya.
B40 merupakan campuran bahan bakar nabati berbasis minyak kelapa sawit, yaitu Fatty Acid Methyl Esters (FAME). Kadar minyak sawitnya 40 persen, sementara 60 persen lainnya merupakan BBM jenis solar
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
- emisi karbon
- Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE)
Redaktur: andes
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bidik 1.000 MMSCFD! North Hub Targetkan Gas Perdana 2028 Lewat Pipa 32 Inci
-
Imigrasi Ngurah Rai Verifikasi Data 26 WNA Terlibat Penipuan Daring
-
PT KAI: Pelanggan KA Sancaka Utara Melonjak 98,25 Persen
-
Potensi 1.100 MW Nganggur! Pemerintah Gaspol Kembangkan Panas Bumi Sarulla
-
Sabalenka Ancam Boikot Grand Slam, Tuntut Kenaikan Jumlah Hadiah
-
Jalan Rusak di Pekalongan Segera Diperbaiki, Pemkot Klaim Sudah 90 Persen Tuntas
-
Iran Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Pangkalan F-35 di Yordania setelah Serangan AS Terkait Jatuhnya Helikopter Apache
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.