Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Orang Rela Korbankan Waktu dan Tenaga Membela Paslon Pilihannya?

📅 Senin, 22 Apr 2024, 10:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengapa Orang Rela Korbankan Waktu dan Tenaga Membela Paslon Pilihannya? Doc: ANTARA/Adeng Bustomi
Ket. Dokumentasi - Sejumlah pendukung dan sukarelawan mengikuti senam pagi goyang jempol dan jalan santai pada acara kampanye terbuka terakhir Jokowi-Amin di Lapang Dadaha, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (13/4/2019).

Nur'aini Azizah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih untuk periode 2024-2029.

Menilik kembali masa-masa kampanye yang dimulai sejak November 2023 hingga awal Februari 2024, jutaan rakyat Indonesia turut serta meramaikan pesta demokrasi ini dengan mengekspresikan dukungan terhadap calon presiden andalannya masing-masing.

Dukungan tersebut ditunjukkan baik melalui partisipasi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung misalnya dengan menghadiri acara kampanye luring yang dilaksanakan oleh pasangan calon (paslon) meskipun lokasinya berada di luar kota bahkan luar provinsi. Sementara, partisipasi tidak langsung bisa dilihat dari perdebatan antar pendukung paslon, khususnya di media sosial.

Masing-masing pendukung membagikan konten yang memuji paslon pilihannya, bahkan tidak sedikit yang menyerang paslon lainnya. Ini biasanya berujung pada perang siber yang kemudian menimbulkan polarisasi politik di media sosial.

Di media sosial, terdapat istilah echo chamber effect (efek ruang gema). Singkatnya, dalam konteks dukungan politik dalam kampanye ini, echo chamber effect adalah ketika para pendukung satu paslon berinteraksi dengan sesama pendukungnya. Mereka akan semakin sering berinteraksi, sehingga memperkuat dukungan mereka terhadap paslon tersebut dan memperkuat kebencian terhadap paslon lainnya.

Sebagai makhluk sosial, perilaku kita sangat dipengaruhi oleh kelompok tempat kita berada. Ketika seseorang dikelilingi oleh rekan-rekan yang berpikiran sama yang membenarkan keyakinan yang sama, ia cenderung akan makin yakin bahwa dirinya benar. Kesetiaan pada ideologi atau kandidat politik pilihannya makin menguat. Ini lambat laun bisa membuat ia kurang menerima sudut pandang yang berlawanan.

Inilah cikal bakal apa yang sering disebut sebagai fanatisme politik. Jika seseorang sudah fanatik mendukung kandidat politik, ia akan terlihat sangat bersemangat dalam memperjuangkan tujuan mereka, bahkan terkadang dengan mengorbankan logika dan kesopanan.

Dari sudut pandang psikologis, apa yang sebenarnya mendorong kesetiaan berlebih atau fanatisme politik ini dan bagaimana kita bisa menghindari diri dari hal tersebut?

Penjelasan psikologis dari fanatisme politik

Ada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya fanatisme politik.

1. Identitas

Inti dari fanatisme politik terletak pada konsep identitas. Manusia memiliki kebutuhan bawaan untuk memiliki sense of belonging dan identitas kita dibentuk oleh berbagai faktor termasuk latar belakang budaya, nilai-nilai, dan afiliasi. Salah satu turunan dari identitas ini adalah ideologi politik.

Ideologi politik sering kali berfungsi sebagai penanda identitas yang kuat, memberikan individu rasa memiliki dan tujuan. Ketika seseorang sangat mengidentifikasi diri dengan kelompok politik atau ideologi tertentu, serangan terhadap kelompok tersebut dapat dianggap sebagai serangan pribadi, sehingga memicu respons defensif (mempertahankan diri).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.