Disbudpar Kota Cirebon Terapkan 'Work From Destination' untuk Tingkatkan Kunjungan Turis
📅 Kamis, 18 Apr 2024, 06:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Fathnur Rohman
Cirebon - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Jawa Barat, menerapkan kebijakanwork from destination(WFD) atau berkantor di destinasi wisata sebagai strategi untuk meningkatkan kunjungan turis pada 2024.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan bahwa mulai Kamis (25/4), pihaknya bakal berkantor di dua destinasi yakni Keraton Kacirebonan dan Kampung Arab Panjunan.
"Setiap hari Kamis, kami berkantor di Kacirebonan. Kemudian pada hari Jumat di Panjunan," kata Agus saat dikonfirmasi di Cirebon, Rabu (17/04).
Ia menjelaskan penerapan WFD tidak hanya bertujuan menarik minat wisatawan, tetapi juga mempercepat pembentukan kampung wisata di Kota Cirebon.
Sebab, kata dia, Keraton Kacirebonan dan Kampung Arab Panjunan sudah diproyeksikan menjadi kampung wisata yang progresnya masih berjalan hingga sekarang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan diterapkannya WFD, Disbudpar bisa mengadakan pertemuan dengan otoritas terkait dari pihak swasta maupun pemerintah sembari mengenalkan keunikan hingga keunggulan dari dua destinasi itu.
"Tujuannya agar ketika kami mengundangstakeholder, mereka bisa melihat situasinya dan membantu agar percepatan dan pembentukan kampung wisata terealisasi," ujarnya.
Ia menyebutkan dua kampung wisata itu sebenarnya cukup representatif dan bisa dikunjungi wisatawan. Hanya saja beberapa penataan perlu dilakukan untuk mempercantik kawasan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Misalnya di Keraton Kacirebonan, destinasi ini perlu dikembangkan lagi sebagai pusat destinasi wisata sejarah dengan keunikan atraksi budaya yang dapat disuguhkan kepada para pengunjung.
Sedangkan, lanjut dia, Kampung Arab Panjunan masih harus ditata kembali supaya bisa segera dikunjungi wisatawan pada tahun ini.
"Beberapa hal sudah berjalan. Sisanya kita terus berproses. Kita sedang konsen penuh untuk mengembangkan dua kampung wisata yaitu Kacirebonan serta Kampung Arab Panjunan," tuturnya.
Agus berharap dengan diberlakukannya WFD, upaya untuk membentuk kampung wisata di Kota Cirebon segera terwujud. Pihaknya ingin membuktikan kalau konsep itu tidak sekadar menjadi wacana.
"Kami juga sudah menyiapkan destinasi agar wisatawan memiliki banyak opsi untuk berwisata di Kota Cirebon," ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!