Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lonjakan Kasus DBD, Dinkes Tulungagung Siaga Wabah Demam Berdarah

📅 Senin, 08 Apr 2024, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lonjakan Kasus DBD, Dinkes Tulungagung Siaga Wabah Demam Berdarah Doc: Antara/Destyan Handri Sujarwoko
Ket. Foto dok. Pengasapan di daerah Mojopanggung, Tulungagung.

Tulungagung - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menerapkan kesiapsiagaan tinggi seiring terjadinya lonjakan kasus DBD di daerah itu dalam tiga bulan terakhir.

"Kita siaga karena puncak wabah DBD diprediksi terjadi pada April ini, sehingga masyarakat diimbau untuk waspada," kata Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardani di Tulungagung, Minggu.

Disebutkan, tren kasus telah melonjak dalam tiga bulan terakhir.

Pada Januari kasus DBD yang tercatat dilaporkan ke Dinkes Tulungagung sebanyak 56 kasus.

Sejak itu pergerakan kasus terus naik sehingga pada Februari dilaporkan ada 89 kasus DBD, Maret naik lagi dua kali lipat menjadi 196 kasus.

Bulan ini, pekan pertama April angka kasus baru hingga 5 April dilaporkan sebanyak 20 kasus.

Dalam kurun tiga bulan hingga pekan pertama April tersebut, dinkes mencatat sudah ada sembilan orang meninggal dunia karena DBD.

"Untuk yang meninggal totalnya sembilan orang, dengan rincian Januari dua orang, Februari tiga orang, Maret empat orang," papar Desi.

Lonjakan kasus selama tiga bulan terakhir telah melebihi angka DBD selama tahun 2023 yang hanya mencapai 206 kasus.

Menurut Desi, merebaknya demam berdarah tersebut merupakan siklus lima tahunan.

Tak hanya itu kondisi cuaca yang kerap berubah-ubah dari hujan ke panas, membuat nyamuk Aedes aegypti berkembang lebih cepat.

"Kami memprediksi puncak kasus DBD tahun ini terjadi pada April, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada," ucapnya.

Lanjut dia, temuan kasus DBD tahun ini merata hampir di seluruh kecamatan di Tulungagung.

Para pasien saat ini dirawat di sejumlah puskesmas dan rumah sakit swasta maupun pemerintah.

Meski jumlah kasus mengalami peningkatan tajam, Desi menyebut belum masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sebab penentuan KLB harus memenuhi beberapa parameter, katanya.

"Untuk melakukan penanggulangan kasus DBD, selain fogging (pengasapan) , kami gencar menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

28 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.