Menolak Tinggal di Area Reservasi
Rabu, 03 Apr 2024, 06:25 WIBPeristiwa Bascom, sebuah insiden pada 1861 antara Apache dan pasukan Amerika (AS) di bawah pimpinan Letnan George Nicholas Bascom. Hal ini menciptakan konflik antara pihak kulit putih dan kelompok Chiricahua bagian dari suku Apache.
Dalam insiden tersebut, pemicunya adalah seorang perwira junior yang tidak berpengalaman diberi wewenang untuk bertindak sesuai keinginannya. Hal ini mendorong penggerebekan dan pembalasan selama 35 tahun antara AS dan Chiricahua dalam apa yang kemudian dikenal sebagai Perang Apache.
Setelah Cochise dari kelompok Chokohen dituduh terlibat dalam pencurian ternak seorang peternak dan penculikan anak tirinya yang berdarah campuran, Bascom menangkap Cochise dan beberapa anggota keluarganya. Cochise berhasil melarikan diri, namun anggota keluarganya tidak.
Cochise bergabung dengan Geronimo, Mangas Coloradas, dan berbagai anggota Apache White Mountain dan Chihenne dalam menyerbu Butterfield Stage Line dan target lainnya. Bascom membalas dengan mengeksekusi enam orang Apache, termasuk saudara laki-laki Cochise.
Peristiwa itu mendorong Cochise untuk membalas dendam. Setelah kasus tersebut semua orang Indian sepakat untuk tidak lagi bersahabat dengan orang kulit putih.
Pada Januari 1863, Brigjen Joseph West, komandan departemen wilayah selatan New Mexico, mengundang Mangas Coloradas untuk negosiasi perdamaian di Pinos Altos. Ketika kepala suku tiba, tentara membunuhnya dan memutilasi tubuhnya. Tindakan tersebut merupakan kesalahan terbesar, kata Geronimo.
Pada 1870-an, pendudukan AS di wilayah mereka telah memaksa suku Chiricahua menerima pelajaran pahit bahwa akomodasi tertentu dengan pendatang baru diperlukan untuk kelangsungan hidup mereka. Berharap anak-anak mereka dapat menikmati manfaat perdamaian sambil mempertahankan cara hidup tradisional mereka, suku Chiricahua setuju untuk menetap di dua reservasi yang terletak di tanah air suku mereka.
Setelah 12 tahun permusuhan, Cochise menandatangani perjanjian damai pada Oktober 1872 dengan Brigjen. Jenderal Oliver O Howard yang mendirikan reservasi Chiricahua atau Apache Pass yang berumur pendek.
Reservasi tersebut mencakup Lembah Sulphur Springs, Pegunungan Dragoon, dan Lembah San Pedro di Wilayah Arizona tenggara. Tujuh ratus Chokonen, Nehnhi, dan Bedokohe menetap di reservasi Chiricahua, sementara 544 Chiricahua lainnya menetap di reservasi Tularosa di wilayah New Mexico. Segera setelah penetapan reservasi, suku Chiricahua berburu dan berkumpul dengan damai di luar reservasi sebagaimana ditentukan dalam perjanjian damai tahun 1872. hay/I-1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.