Sektor Tenaga Angin Jerman Kian Meningkat
Sabtu, 30 Mar 2024, 09:00 WIBYayasan Energi Angin Lepas Pantai Jerman Foundation mengatakan bahwa keputusan pemerintah untuk membantu mendanai perluasan terminal lepas pantai adalah penting untuk mencapai tujuan perluasan energi angin di laut.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat malam, yayasan tersebut mengatakan bahwa mereka menyambut baik langkah pemerintah untuk berkontribusi pada biaya perluasan terminal di pelabuhan Cuxhaven, di pantai Laut Utara.
Pemerintah telah setuju untuk membiayai perluasan terminal lepas pantai seluas 30 hektar (74 hektar), bersama dengan negara bagian Lower Saxony dan industri pelabuhan swasta, dengan biaya sekitar 300 juta Euro atau sekitar 324,15 juta dolar AS, menurut seorang juru bicara pemerintah mengatakan pada hari Sabtu.
"Perluasan pelabuhan Cuxhaven adalah proyek utama untuk perluasan energi terbarukan," kata Stefan Wenzel, sekretaris negara parlementer di Kementerian Federal Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim, dikutip dari Reuters, Minggu (24/3).
Asosiasi pembangkit listrik BWE Jerman pada hari Rabu menyerukan kepada pemerintah untuk memperhitungkan biaya ekspansi dalam strategi pelabuhan nasionalnya untuk memenuhi rencana transisi energi negara tersebut.
Menteri Transportasi Volker Wissing minggu ini mengatakan bahwa pemerintah federal berkomitmen terhadap tanggung jawabnya atas pelabuhan, termasuk secara finansial.
Yayasan Energi Angin Lepas Pantai Jerman memperkirakan bahwa hingga 200 hektar area tugas berat tambahan akan dibutuhkan pada akhir dekade ini hanya untuk pembangunan ladang angin lepas pantai yang baru. Luas ini setara dengan 270 lapangan sepak bola, katanya.
Sebagai informasi, sektor tenaga angin memainkan peran yang sangat penting dalam transisi energi global menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan. Dengan terus meningkatnya kemampuan teknologi, pembangkit listrik tenaga angin menjadi solusi yang semakin terjangkau dan efisien dalam mengurangi emisi karbon serta dampak negatif lingkungan lainnya.
Keberadaan tenaga angin juga membuka peluang baru dalam menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang terbatas dan berdampak negatif bagi lingkungan. Dengan memanfaatkan potensi angin yang melimpah di berbagai belahan dunia, sektor tenaga angin berpotensi menjadi pilar utama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan secara global, mengarah pada masyarakat yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Dubes Uni Emirat Arab Temui Pimpinan MPR Eddy Soeparno Tindak Lanjuti Perluasan Kerja Sama Bidang Energi Terbarukan
-
Duolingo Gandeng Niki Ubah Lirik Lagu 'Backburner' Jadi Cara Seru Belajar Bahasa Inggris
-
Trump dan Xi Jinping akan Bertemu di Beijing 14-15 Mei 2026
-
BMKG: Hujan Diprakirakan Guyur Wilayah DKI Jakarta pada Minggu Siang
-
Pertumbuhan Energi Surya Mendorong Energi Terbarukan Global untuk Lampaui Energi Batubara pada Tahun 2025
-
Raja Malaysia Minta Warga Waspada Gelombang Panas
-
Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat soal Kebijakan WFH
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.