Ragam Tradisi dan Makanan Buka Puasa Ramadhan di Sejumlah Negara
Sabtu, 30 Mar 2024, 12:02 WIBJAKARTA - Semarak bulan Ramadhan tidak hanya ada di Indonesia namun juga diberbagai belahan dunia lainnya. Beragam tradisi masyarakat setempat hingga bazar kuliner menjadi penanda bulan Ramadhan tiba.
Berikut ragam tradisi dan kebiasaan di bulan Ramadhan di beberapa negara yang dikutip dari berbagai sumber.
Minuman Sirup Mawar di Timur Tengah
Ditulis laman Times of India, ada jenis minuman yang sering dikonsumsi masyarakat Timur Tengah maupun Asia Selatan untuk berbuka puasa yakni Rose Sherbet atau sirup mawar yang dibuat secara tradisional.
Di banyak budaya, termasuk masyarakat di sana, serbat mawar memiliki makna budaya dan dianggap sebagai minuman tradisional untuk berbuka puasa selama bulan Ramadhan. Keharumannya yang aromatik dan rasanya yang lembut sudah mendarah daging dalam tradisi kuliner dan sering dikaitkan dengan keramahtamahan dan perayaan.
Sherbet mawar, dibuat dengan air dan dicampur dengan kelopak mawar atau sirup mawar, memberikan minuman menyegarkan dan menghidrasi yang membantu mengisi kembali cairan yang hilang.
Ia diketahui kaya akan mineral bersama dengan beberapa zat pendingin, yang meredakan panasnya siang hari.
Sherbet mawar juga dipercaya memiliki khasiat pencernaan yang membantu melancarkan pencernaan setelah seharian berpuasa. Kelopak mawar atau sirup yang digunakan dalam pembuatan serbat mengandung senyawa yang dianggap merangsang enzim pencernaan, meningkatkan pencernaan dan mengurangi ketidaknyamanan yang terkait dengan mengonsumsi makanan setelah puasa.
Ia juga kaya akan sifat anti-inflamasi yang terbukti efektif mengurangi masalah pencernaan.
Minuman sehat ini juga bermanfaat untuk memberikan energi instan setelah sepanjang hari berpuasa.
Minum serbat juga menjaga keseimbangan kadar nitrogen dalam tubuh. Oleh karena itu, bagi orang yang memiliki berat badan kurang namun ingin berpuasa sebulan penuh, maka orang tersebut wajib meminum Rose Sherbet setiap hari saat berbuka puasa.
Manfaat lain dari minuman ini adalah dari bunga mawar yang memiliki efek mendinginkan yang mendinginkan tubuh dari dalam. Ini juga membuat kulit bersinar.
Luqaimat di Arab Saudi
Luqaimat,yang berarti "makanan kecil" dalam bahasa Arab, adalah makanan favorit di kalangan umat Islam, terutama orang Saudi, dalam hal makanan penutup tradisional Ramadhan.
Hidangan berbentuk adonan bola-bola yang digoreng ini disajikan dengan dimaniskan menggunakan sirup kurma dan terkadang ditaburi biji wijen ataubiji hitam.
Luqaimat kebanyakan dibuat di rumah dan disantap setelah berbuka puasa dan salat tarawih. Orang-orang sekarang mempermanis bola goreng ini dengan gula atau sirop maple atau juga dengan coklat leleh, saus teratai, vanila, dan dihiasi pistachio.
Maqluba di Palestina
Maqlubamenggambarkan metode memasak dan penyajian hidangan tradisional Palestina yang dilakukan secara terbalik. (Shutterstock/Hadasit)
Maqluba diterjemahkan menjadi "terbalik", yang secara sempurna menggambarkan metode memasak dan penyajian hidangan tradisional Palestina ini.
Biasanya dibuat dengan lapisan nasi, sayuran, dan daging dalam satu panci dan diatur sedemikian rupa sehingga, saat hidangan dibalik ke piring, nasi berada di bagian bawah dan daging serta sayuran di atas, memperlihatkan isinya.
Makanan ini ini sangat menenangkan, hangat, mengesankan dan sempurna untuk dibagikan pada pertemuan Ramadan dan untuk buka puasa. Sajikan dengan yoghurt mint dingin di sampingnya.
Maqluba juga cocok dihidangkan dengan salad zucchini asin pedas.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tips Bugar Jalani Puasa Ramadan dari Praktisi Pengobatan Tradisional Tiongkok
-
Pemprov Banten Kaji Investasi Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Industri
-
BBPOM Manado Memastikan Takjil Bebas Bahan Kimia Berbahaya
-
Uji Sampel Makanan Takjil Ramadhan PKL di Kota Madiun
-
BBPOM DKI Minta Warga untuk Mewaspadai Takjil dengan Warna Mencolok
-
Cegah Dehidrasi Saat Puasa, Berapa Banyak Air yang Harus Diminum Saat Sahur?
-
Pilihan Buah dan Sayur Agar Pencernaan Lancar Saat Puasa Menurut Ahli Gizi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.