Tekanan Inflasi dalam Satu-Dua Bulan ke Depan Masih Kuat
📅 Rabu, 27 Mar 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiSelain itu, upaya strategis yang disepakati juga untuk memperkuat sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah, antara lain melalui GNPIP, serta memperkuat komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.
Sangat Kuat
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, YB. Suhartoko, mengatakan tekanan inflasi dalam satu sampai dua bulan ke depan memang sangat kuat.
Dari sisi permintaan yang naik ditambah dengan kenaikan harga bahan pokok karena adanya kelangkaan persediaan dalam negeri serta lebih sulitnya impor bahan pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kenaikan permintaan dalam situasi Lebaran dan puasa seharusnya sudah diantisipasi oleh pengendali harga pangan karena sifatnya berulang.
"Namun, lagi-lagi sering kali terjadi keterlambatan mengantisipasi kenaikan permintaan dengan meningkatkan penawaran pangan agar kenaikan harga tidak besar," papar Suhartoko.
Ke depan, situasi seperti itu seharusnya tidak harus terulang. Paling tidak pemerintah harus mengantisipasi kenaikan sisi permintaan dan penurunan penawaran pangan dalam waktu yang bersamaan dengan memperhatikan ketika Hari Raya Lebaran terjadi bersamaan dengan musim hujan atau kemarau berkepanjangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan konsumsi selama Ramadan-Lebaran tertahan naiknya harga pangan yang terlalu tinggi.
"Inflasi bahan makanan memang biasa terjadi karena ada lonjakan permintaan musiman, tetapi untuk Ramadan tahun ini lonjakan harga lebih disebabkan faktor pasokan," katanya.
Persoalan itu, kata Bhima, serius karena beban bagi pekerja terutama di pertanian dan sektor informal menjadi double.
"Mereka tidak dapat Tunjangan Hari Raya (THR) sementara harga kebutuhan pokok yang naik berisiko menimbulkan penurunan daya beli," ungkap Bhima.
Sehabis Lebaran, tegas Bhima, pemerintah harus bersiap mengantisipasi gelombang orang miskin baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!