Memetik Pelajaran dari Boeing Company dan FAA
📅 Rabu, 27 Mar 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim PenulisFilm dokumenter Netflix berjudul Downfall the Case Against Boeing dirilis awal tahun 2022 yang lalu, menyajikan gambaran jelas tentang pabrik pesawat terbang Boeing. Film Downfall menyajikan dengan terang benderang mengenai sudah bergesernya fokus pabrik pesawat Boeing dari safety oriented menuju ke profit oriented yang sangat dipengaruhi oleh pasar modal NYSE (New York Stock Exchange). Hal ini dijelaskan dalam film garapan sutradara Roy Kennedy, bahwa pergeseran itu dimulai sejak merger atau bergabungnya McDonnel Douglas dengan Boeing Aircraft Company pada tahun 1997. Pergeseran budaya keselamatan kerja di Boeing ini tentu saja tidak terlepas dari persaingan ketat di global market yang terjadi antara dua raksasa Airbus versus Boeing.
Budaya keselamatan kerja atau safety culture memang terbukti di sini akan serta-merta terbangun dari bagaimana jajaran top manajemen mengelola perusahaan. Quality control dari hasil produk sebuah perusahaan mustahil dapat dibangun hanya oleh para pekerja di lapangan. Kendali mutu dari hasil akhir produksi sebuah pabrik berawal dari bobot kompetensi yang dimiliki oleh para elite yang berada di top management. Jajaran dari pimpinan perusahaan akan selalu menjadi faktor dominan dalam mewarnai seberapa tinggi kualitas produksi perusahaannya. Safety culture memang lebih terasa top down dibanding dari pada alur yang bottom up sifatnya. Semua itu tergambar dengan jelas dari apa yang tengah terjadi pada Boeing Company. Boeing dan budaya keselamatan atau Boeing dan safety culture yang kini tengah menjadi sorotan banyak pihak di seluruh dunia. Boeing dan safety culture tengah menjadi pergunjingan panas di kalangan dunia penerbangan global. Akankah Boeing dapat segera keluar dari kemelut ini, tentu saja akan menjadi sebuah pertanyaan yang menunggu jawaban.
Bagaimana di Indonesia?
Menilik Indonesia, maka maskapai penerbangan yang sudah memiliki budaya keselamatan yang mapan, mungkin "hanya" maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Beruntung, maskapai Garuda Indonesia memang sudah mewarisi tata kelola dan mekanisme kerja yang terukur bagi sebuah maskapai penerbangan kelas dunia milik Kerajaan Belanda bernama KLM. Maskapai penerbangan Belanda itu selain memiliki etos kerja berlandas kompetensi standar manajemen penerbangan internasional juga ketat dalam budaya keselamatan bagi perusahaannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
KLM adalah merupakan salah satu maskapai penerbangan tertua di dunia dengan reputasi yang tinggi dalam aspek keselamatan penerbangan di tingkat global. Selain itu, pengalaman maskapai Garuda yang pernah berada di bawah pengelolaan Bapak Wiweko, mantan pilot legendaris AURI sebagai Dirut selama 16 tahun, telah turut menambah ketatnya disiplin safety culture pada perusahaan penerbangan pertama yang dimiliki Indonesia itu.
Semoga kalangan penerbangan Indonesia dapat memetik pelajaran berharga dari kasus Boeing dan FAA ini. Safety adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar dalam dunia penerbangan.
In Aviation - There is no room for error!
Jakarta 26 Maret 2024
Chappy Hakim - Pusat Studi Air Power Indonesia
Ketua TimNas EKKT 2007
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!