Peluang Melemah Terbuka
Jumat, 22 Mar 2024, 10:10 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi berbalik melemah, jelang akhir pekan ini, mengingat penguatan kemarin diprediksi bersifat terbatas. Pergerakan rupiah diperkirakan masih dipengaruhi sentimen eksternal, khususnya fluktuasi dollar AS merespons sinyal kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Fed.
Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo melihat dollar AS melemah ke posisi terendah sepekan. Namun, secara keseluruhan data ekonomi AS masih sangat mendukung greenback.
Karenanya, lanjut Sutopo, pelemahan dollar AS hanya dipengaruhi aksi taking profit atau ambil untung. Dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (22/3), bergerak di kisaran 15.600-15.700 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir perdagangan Kamis (21/3), ditutup menguat 54 poin atau 0,35 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.669 rupiah per dollar AS karena The Fed menahan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) pada kisaran 5,25 persen hingga 5,50 persen.
"Sesuai perkiraan, Fed kembali mempertahankan Fed Funds Rate di level 5,25 persen sampai dengan 5,50 persen pada rapat Federal Open Market Committee pada Maret 2024," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede di Jakarta.
Josua menuturkan The Fed tetap mempertahankan stance mengenai penurunan suku bunga sebesar 75 basis poin (bps) pada 2024 meskipun indikator ekonomi AS tetap solid dan perkembangan disinflasi melambat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir pada Puncak PENAS KTNA XVII di Gorontalo
-
Libur Sekolah 2026: Eminence Global Rilis Paket Edukatif Seru di Puncak dan Lembang
-
Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Wagub Pastikan Penanganan Warga Terdampak Berjalan
-
Pullman Jakarta Central Park Sabet Penghargaan Best Convention Hotel Asia Pasifik 2025–2026
-
Kolombia vs Kongo DR: Los Cafeteros Bidik Tiket 32 Besar, Leopards Incar Sejarah Baru
-
KPK Panggil 13 Saksi di Jakarta dan Bali pada Kasus Imigrasi Silmy
-
Menguatkan Rupiah Hendaknya Menjadi Fokus Pertama Kerja Plt Gubernur Bank Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.