IKN untuk Pemerataan Ekonomi
Kamis, 21 Mar 2024, 03:23 WIBJAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan tujuan pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim) dalam rangka memeratakan pertumbuhan ekonomi untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
"Semuanya sudah berdasarkan kajian yang cukup lama, jadi kita ingin memiliki satu tempat di mana kita bisa lebih memeratakan pertumbuhan ekonomi sebagai economic generator dan juga sebagai suatu wahana untuk kita semua mencapai Indonesia Emas 2045," ujar Kepala Otorita IKN Bambang Susantono di Jakarta, kemarin.
Bambang menambahkan bahwa Indonesia Emas 2045 hanya bisa dicapai jika perekonomian tumbuh lebih merata. "IKN ini menjadi salah satu tools kita untuk membuat pembangunan lebih merata ke depannya," katanya.
Menurut Lampiran Rencana Induk IKN dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, studi kelayakan teknis untuk penentuan lokasi IKN yang dilakukan pada 2018-2019 menjadi dasar pemilihan lokasi IKN yang baru.
Pemindahan IKN ke Kalimantan didasarkan pada beberapa pertimbangan keunggulan wilayah. Pertama, dari sisi lokasi, letaknya sangat strategis karena berada di tengah-tengah wilayah Indonesia yang dilewati alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) II di Selat Makassar yang juga berperan sebagai jalur laut utama nasional dan regional.
Kedua, lokasi IKN memiliki infrastruktur yang relatif lengkap, yaitu bandara, pelabuhan, dan jalan tol yang baik serta ketersediaan infrastruktur lain, seperti jaringan energi dan air minum yang memadai.
Ketiga, lokasi IKN berdekatan dengan dua kota pendukung yang sudah berkembang, yaitu Kota Balikpapan dan Kota Samarinda. Keempat, ketersediaan lahan yang dikuasai pemerintah sangat memadai untuk pengembangan lKN. Kelima, minim risiko bencana alam. Pemindahan IKN ke Kalimantan sejalan dengan visi tentang lahirnya sebuah 'pusat gravitasi' ekonomi baru di tengah Nusantara.
Selain itu, perencanaan IKN juga disusun berdasarkan rekomendasi dari hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rapid Assessment yang disusun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2019, dan diperdalam pada kajian KLHS Masterplan IKN yang disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada 2020.
Lokasi yang dipilih direncanakan dapat memberikan kesempatan luas bagi daerah di luar Jawa untuk berkembang dan berkontribusi pada pemerataan pembangunan.
Pembangunan IKN merupakan salah satu strategi besar dengan tujuan akhir untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2045. Impian Indonesia 2015-2085 menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) negeri ini yang kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia, serta perlunya Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia.
Hal ini kemudian ditindaklanjuti Visi Indonesia Emas 2045 yang menekankan dua dari empat pilar yakni pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Penekanan pada aspek SDM dan pembangunan keberlanjutan tersebut selaras dengan tantangan megatren dunia menuju 2045, terutama berkaitan dengan pesatnya kemajuan teknologi dan talenta digital di tataran global. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Komisi IX DPR RI Gelar Raker bersama Menkes dan Mensos
-
Wamen Stella: Sekolah Garuda Dongkrak Penerimaan di Kampus Global hingga 150 Persen
-
Gambir Sumbar Tak Mau Lagi Dilego Murah! Kementan–BUMN Siapkan Lompatan Besar
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Di Tengah Minimnya Hasil Tangkapan, Nelayan Trenggalek Larung Sesaji
-
Masih 15 Tahun, Remaja Padang Ini Sudah Berangkat Haji
-
Rayakan Hari Kartini, Kemenhub Dorong Perempuan jadi Agen Perubahan Mewujudkan Keselamatan Berlalulintas
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.