Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Ancam Produksi Pangan

📅 Kamis, 21 Mar 2024, 08:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Banjir Ancam Produksi Pangan Doc: istimewa

JAKARTA - Bencana banjir di sejumlah daerah membuat petani dalam kondisi kian sulit. Dampak pembangunan infrastruktur yang tak terkontrol membuat lahan persawahan menjadi korban.

Banjir membuat produksi berkurang. Agar petani tetap bergairah, pemerintah harus mengucurkan bantuan sehingga upaya memacu produksi tetap dilakukan.

Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan untuk saat ini pemerintah perlu menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak sesuai kebutuhan. Dirinya mengakui asuransi pertanian belum menjangkau semua lahan.

"Makanya, kalau belum ter-cover, bisa dari skema bantuan bencana sesuai kapasitas anggaran pemerintah," ungkapnya dari Yogyakarta, Rabu (20/3).

Selain asuransi pertanian yang diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan), bantuan pertanian ini juga disiapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB. Lembaga ini juga mengucurkan bantuan bagi petani yang terancam puso atau gagal panen, namun nilai anggarannya masih kecil.

Karena itu, Awan berpandangan anggaran untuk bencana pertanian ini semestinya ditambah karena ini terkait perut banyak orang. "Anggaran pascatanggap darurat semestinya dapat dihimpun dari berbagai sumber di dalam negeri," ujar Awan.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan kerugian banjir tidak hanya merusak sawah, aset, rumah, melainkan juga ada waktu yang terbuang karena mengurus banjir sehingga tidak bisa bekerja.

"Bencana banjir bisa membuat produktivitas menurun. Belum lagi sawah yang terendam banjir akan mengurangi pasokan karena gagal panen," ujarnya.

Dampaknya, lanjut Esther, harga bahan pangan juga naik drastis. Karena itu, harus ada solusi konkret untuk mengatasi banjir.

"Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan pembangunan lainnya harus mempertimbangkan dampak lingkungan," tegasnya.

Secara terpisah, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menyebutkan ribuan hektare (ha) lahan pertanian di sejumlah kabupaten terancam mengalami gagal panen akibat banjir yang menerjang areal persawahan.

Dampak di Jateng

Kepala Distanbun Jateng, Supriyanto, di Semarang, beberapa waktu lalu, menyampaikan lahan pertanian yang tergenang banjir itu berada di Kabupaten Grobogan, Demak, Kudus, Jepara, dan Pati.

Berdasarkan data per 15 Maret 2024, tercatat 4.381 ha lahan tanaman padi di Kabupaten Grobogan terdampak banjir dengan umur tanaman padi 5-100 hari setelah tanam (HST).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.