Pengembangan Desa Wisata Harus Lestarikan Lingkungan
Senin, 18 Mar 2024, 00:08 WIBJakarta - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan pengembangan desa wisata yang dijalankan pemerintah harus turut melestarikan lingkungan hidup serta menjaga kearifan lokal yang ada.
Menurut dia pengembangan desa wisata juga harus memiliki dampak positif terhadap ekonomi masyarakat setempat.
"Pengembangan desa wisata untuk peningkatan ekonomi desa sekaligus pelestarian kearifan lokal dan lingkungan hidup di desa harus mendapat dukungan semua pihak," kata Lestari dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Menurut Lestari, upaya yang mendorong pemanfaatan sejumlah potensi di pedesaan merupakan langkah strategis yang menjadi bagian dari proses pembangunan nasional.
Karena, dia menilai, pertumbuhan ekonomi di pedesaan mampu membantu untuk mengakselerasi pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan ekonomi nasional.
Berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), menurut dia, jumlah desa di Indonesia yang berstatus maju tercatat 23.030 desa pada tahun 2023.
Anggota Komisi X DPR RI itu juga mengatakan pengembangan desa wisata itu juga menjadi faktor yang membuat desa-desa di tanah air semakin maju.
Untuk itu, dia pun mengingatkan bahwa pengembangan desa wisata perlu menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan. Dengan begitu, kebijakan mengedepankan kearifan lokal harus menjadi kepedulian semua pihak dalam proses pengembangan perdesaan.
"Para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, dapat terus membangun kolaborasi yang kuat dalam upaya mewujudkan desa-desa yang maju dan lestari di Indonesia," katanya.
Pekan lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 sebagai program unggulan.
Adapun keikutsertaan desa-desa dalam anugerah tersebut semakin meningkat setiap tahunnya. Di tahun 2021 ada sebanyak 1.831 desa, lalu di 2022 ada sebanyak 3.419 desa, kemudian di tahun 2023 ada sebanyak 4.572 desa, dan hingga saat ini jumlahnya sudah mencapai 4.812 desa.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkab Aceh Barat Dorong Perusahaan Salurkan Dana CSR untuk Lindungi Pekerja Rentan.
-
Menhub Sebut Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Bakal Dievaluasi
-
Jadi Daya Tarik Wisata Edukasi, Desa Wisata Dipromosikan ke Australia
-
Produk Kerajinan Berbahan Serat Alam Berhasil Menembus Pasar Luar Negeri
-
Indonesia Tertinggal Jauh dalam Teknologi Kuantum, Kalah dari Negara Tetangga
-
BTN dan BRIN Jalin Kolaborasi Perkuat Riset dan Inovasi Nasional
-
Gunungkidul Berpotensi Kembangkan Wisata-Komoditas Unggulan Berbasis Sumber Daya Alam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.