Pj Gubernur Jatim: Inggris akan Ikut Mengembangkan Transportasi Massal MRT di Surabaya
Jumat, 15 Mar 2024, 16:51 WIBSURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, membuka Lokakarya Perlingkupan Awal Green Cities And Infrastructure Program di Surabaya, Jumat (15/3). Dalam acara ini, dibahas tentang rencana peningkatan transportasi umum.
Adhy mengungkapkan, untuk Mass Rapid Transit (MRT) System di Surabaya yang akan bekerjasama dengan Pemerintah Inggris, akan segera dilakukan Feasibility Study (FS). Menurutnya, hal ini sangat penting sebagai langkah awal untuk mewujudkan moda transportasi massal yang lebih layak lagi.
Peningkatan transportasi umum, lanjut Adhy, merupakan kebutuhan pelayanan publik yang saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan di Indonesia. Ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024 dan Peraturan Presiden No. 66 Tahun 2022 tentang rencana tata ruang Kawasan Strategis Nasional (KSN) perkotaan.
"Jadi pembangunan angkutan umum massal di enam Kota Metropolitan Indonesia memang menjadi salah satu target pembangunan nasional. Kita sudah punya perencanaannya, tinggal pendetilan saja," ujarnya.
"Surabaya sebagai salah satu dari enam Kota Metropolitan yang memang sudah seharusnya membenahi transportasi publik. Ini adalah kebutuhan yang sangat mendesak. Dan kita perlu mengejar ketertinggalan," tambahnya.
Transportasi publik yang dimaksud ialah MRT yang sebelumnya telah dilakukan kajian Pra FS oleh Badan Kerja Sama Internasional Jepang, atau JICA (Japan International Cooperation Agency). Lalu, pada Desember 2023, Pemerintah Inggris berkomitmen untuk membantu melanjutkan kajian FS tersebut.
Nantinya, sambung Adhy, studi kelayakan MRT Surabaya dilakukan oleh konsultan Inggris, Mott Macdonald Ltd dan Pricewaterhouse Coopers (PwC) yang dimulai pada Januari hingga Desember 2024.
"Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik keberlanjutan kajian FS implementasi MRT di Surabaya dan akan berpartisipasi aktif dalam mendukung penyusunan kajian tersebut," ungkapnya.
Surabaya sendiri menjadi salah satu dari prioritas kajian Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP) di wilayah Gerbangkertosusila (Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan) yang disusun Pemerintah Provinsi Jawa Timur dibantu Bappenas.
Sehingga, sebut Adhy, peningkatan moda transportasi di Surabaya akan berimbas baik pada wilayah aglomerasi. Yang mana, akan mengoptimalkan mobilisasi daerah sekitar.
"Mudah-mudahan teman-teman dari perencanaan dan penyangga kabupaten/kota punya persepsi yang sama. Karena ini aglomerasi, semua bisa tersentuh dengan pembangunan di Surabaya. Karena harus ada perubahan yang bisa mengkonekan semua area," katanya.
Sementara itu, rencana pengembangan kereta api di Surabaya Metropolitan Area meliputi pembangunan jalur ganda Mojokerto - Sepanjang pada 2021 - 2024, Surabaya Regional Railway Line (SRRL) double track Fase 1A Gubeng - Sidoarjo pada 2025-2027, Autonomous Rail Rapid Transit (ART), serta Mass Rapid Transit (MRT).
Secara spesifik, proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) double track akan berjalan pada 2025 hingga 2027. Biaya pengerjaannya bekerjasama dengan Pemerintah Jerman.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Musim Parsel Tiba, Pedagang Dadakan Bermunculan di Palu
-
Mendagri: 99 Persen Pengungsi Bencana Sumatra Sudah Tinggalkan Tenda Pengungsian
-
Pemkot Palembang Menyiapkan 850 Personel untuk Memperlancar Mudik 2026
-
Tak Diatur Regulasi, Pemprov Gorontalo Tetap Bayarkan THR bagi PPPK Paruh Waktu
-
DPR RI Harapkan Ramadan jadi Momentum Perkuat Persatuan Indonesia
-
Blokade Selat Hormuz: Iran Tarik 'Pajak' 2 Juta Dolar, Donald Trump Murka
-
Angkutan Lebaran Berjalan Sukses di Seluruh Bandara InJourney Airports, Ini 5 Indikatornya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.