10 Film Bersaing Ketat Raih Piala Oscar
📅 Rabu, 06 Mar 2024, 17:31 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat- Killers of the Flower Moon
Film berdurasi tiga setengah jam ini merupakan sebuah drama mewah karya Martin Scorsese tentang pembunuhan penduduk asli Amerika di Oklahoma pada era '20-an yang terlalu indah dan penting untuk diabaikan oleh para pemilih Academy Awards.
Selain pemeran utama papan atas Leonardo DiCaprio dan Robert De Niro, Killers of the Flower Moon dengan sempurna menampilkan bintang pribumi Lily Gladstone dalam peran penting dan tragis.
Penampilannya sebagai istri yang kaya dan naif, bisa menjadi yang pertama bagi seorang penduduk asli Amerika yang mendapatkan Oscar untuk kategori akting.
- Maestro
Maestro adalah film biografi Leonard Bernstein yang dibintangi aktor Bradley Cooper. Selain jadi pemeran utama, Cooper juga menulis dan jadi sutradara film ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Maestro tecatat berhasil meraih tujuh nominasi. Namun film tersebut tampaknya paling mungkin memenangkan Oscar untuk kategori tata rias terbaik.
- Oppenheimer
Sulit untuk mengingat Oscar dengan kandidat yang lebih dominan daripada Oppenheimer. Film drama arahan sutradara Christopher Nolan ini mengisahkan pejalanan hidup bapak bom atom yang mendapat pujian kritis dan berhasil meraup keuntungan hampir 1 miliar dollar AS, dan telah memenangkan hampir semua hadiah utama yang ditawarkan Hollywood.
Dengan hanya anggaran sebesar 100 juta dollar AS, Oppenheimer diperkirakan akan melawan tren film-film indie kecil yang memenangkan film terbaik.
Sebaiknya Anda baca juga:
- Past Lives
Tidak ada film yang memiliki perjalanan lebih panjang menuju Oscar selain Past Lives, yang membuat penonton festival menangis tersedu-sedu ketika debutnya di Sundance pada Januari 2023.
Film arahan Celine Song yang penuh air mata ini menuturkan reuni intens dua kekasih masa kecil, yang kehidupannya berbeda secara dramatis.
Walau film ini tidak mungkin memenangkan kategori film terbaik, namun tetap saja film Past Lives memiliki peluang untuk kategori lain.
- Poor Things
Pemenang festival besar lainnya, Poor Things meraih hadiah utama bergengsi di Venesia musim gugur lalu.
Seluruh dunia harus menunggu berbulan-bulan untuk melihat Emma Stone sebagai mayat yang dihidupkan kembali secara seksual, menjelajahi visi steampunk Eropa abad ke-19, untuk menghancurkan hati para pria misoginis.
Lucu, absurd, dan sangat feminis, Poor Things memiliki nuansa film sebelumnya yang disutradarai Yorgos Lanthimos, The Favourite, yang juga dibintangi oleh Stone.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!