Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Pekalongan Giatkan Gerakan Lingkungan Bersih Cegah DBD

📅 Selasa, 05 Mar 2024, 16:55 WIB | Oleh:
Pemkot Pekalongan Giatkan Gerakan Lingkungan Bersih Cegah DBD Doc: ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan
Ket. Petugas Dinas Kesehatan Kota Pekalongan sedang melakukan pengasapan di titik rawan penyebaran demam berdarah dengue di Pekalongan, Selasa (5/3).

PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggiatkan gerakan lingkungan bersih pada masyarakat sebagai upaya mencegah penyebaran demam berdarah dengue di daerah itu.

Kepala Dinkes Kota Pekalongan Slamet Budiyanto di Pekalongan, Selasa, mengatakan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu misalnya hari ini hujan besoknya panas akan memberikan peluang yang ideal bagi nyamuk aedes aegypti berkembang biak sehingga hal itu akan meningkatkan risiko penyebaran demam berdarah dengue.

"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan maupun kesehatan tubuh. Selain itu, perlu digiatkan pula adanya gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," katanya.

Slamet Budiyanto yang didampingi Epidemiolog Kesehatan Muda Opik Taufik mengatakan sejak Januari 2024 hingga awal Maret 2024, pihaknya mencatat ada 7 warga yang terjangkit kasus demam berdarah dengue (DBD).

"Saat ini kasusnya masih kondusif. Namun, kami juga sudah menerima 6 laporan lagi ada warga yang kembali mendapatkan perawatan di rumah sakit dan puskesmas karena terjangkit demam berdarah," katanya.

Ia mengajak masyarakat agar lebih peduli dan cepat melakukan penanganan jika mendapati keluarga atau anak yang mengalami gejala DBD seperti sakit perut, demam, dan badan pegal untuk segera dibawa ke pelayanan kesehatan.

"DBD ini bisa mengenai semua usia baik anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua. Namun, kasus itu bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan melainkan juga setiap orang untuk menjaga kebersihan lingkungan," katanya.

Menurut dia, hal-hal lain yang sudah dilakukan Dinas Kesehatan untuk menangani kasus demam berdarah dengue di antaranya melakukan pengasapan (fogging) di kelurahan yang ditemukan kasus demam berdarah seperti Krapyak, Kandang Panjang, Jenggot, Kauman, Sapuro, Kebulen, dan Medono.

"Sebenarnya, pengasapan (fogging) bukan penyelesaian masalah namun hal yang paling penting yaitu menjaga kesehatan masing-masing, menjaga kebersihan lingkungan rumah, kemudian melaksanakan kebersihan lingkungan secara serentak dan rutin," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

49 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.