Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Membanggakan, BKKBN Apresiasi Kolaborasi Pemkab Kampar Tekan Stunting

📅 Selasa, 05 Mar 2024, 00:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Membanggakan, BKKBN Apresiasi Kolaborasi Pemkab Kampar Tekan Stunting Doc: ANTARA/Frislidia
Ket. "Gebyar audit kasus stunting" tingkat Provinsi Riau, bertema "Riau beraksi bersama audit kasus stunting dan intervensi" dipusatkan di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Senin (4/3/2024).

Pekanbaru - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyomengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dan pemangku kepentingan, serta perusahaan, dalam menurunkan prevalensi stunting dari tahun 2021 sebesar 25 persen turun menjadi 14 persen tahun 2022.

"Kolaborasi yang kuat ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Keterlibatan perusahaan sawit, TNI-Polri, KUD, Baznas Kampar, dan lain lain, yang bergotong royong menjadi Bapak Asuh Anak Stunting," katanyapada Gebyar Audit Kasus Stuntingtingkat Provinsi Riau di Kampar, Senin.

Hastomengatakan audit kasus stunting penting dan menjadi sarana efektif untuk membongkar apa saja yang menjadi penyebab terjadi stunting.

"Penyebab stunting itu banyak, ada karena penyakit tertentu, perilaku, lingkungan tidak bagus, orang tua yang tidak harmonis, dan setelah itu kita bisa memberikan penyembuhan baduta, ibu hamil atau ibu menyusui yang membutuhkan penanganan seperti apa," katanya.

Dalam melakukan audit, lanjutnya, harus melibatkan psikolog, spesialis tumbuh kembang anak, ahli gizi, spesialis kandungan, dan lain lain.

Sementara itu dengan jumlah penduduk 800.000 jiwa itu bagi Kampar tidak akan terlalu berat dalam menangani kasus stunting karena didukung oleh 1.579 orang Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang siap memberikan intervensi kepada ibu hamil, ibu nifas dan menyusui, balita/baduta stunting, serta calon pengantin.

Penjabat (Pj) Bupati Kampar Hambali mengatakan prevalensi stunting di Kampar tahun 2020 sebesar 23,07 persen, pada tahun 2021 menjadi 25 persen, tahun 2022 sebesar 14 persen. Untuk data tahun 2023 menunggu hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Untuk jumlah kasus stunting pada Juli 2020 sebanyak 1.300 kasus, Desember 2022 sebanyak 850 kasus, Februari 2023 sebanyak 662 kasus, dan turunlagi pada Februari 2024 menjadi 571 kasus.

"Dari 571 kasus itu kita telah melakukan pembekalan terhadap seluruh tenaga kesehatan untuk merumuskan tujuh rekomendasi pakar dalam menangani intervensi stunting di seluruh kecamatan," katanya.

Khusus tindakan tahun 2024, katanya, sebanyak 562 target akan menjadi sasaran intervensi audit kasus stunting. Mereka adalah 64 calon pengantin, 151 baduta/balita, serta sebanyak 455 sasaran pelayanan KB.

"Penanganan ini melibatkan sebanyak 39 orang tim pakar terdiri dari 11 dokter spesialis anak, 12 spesialis kandungan, 9 ahli gizi dan 7 psikolog," kataHambali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.