Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Defense Diplomacy Jaga Keamanan Maritim RI di Laut Natuna Utara

📅 Selasa, 05 Mar 2024, 08:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Defense Diplomacy Jaga Keamanan Maritim RI di Laut Natuna Utara Doc: istimewa
Ket. Kuliah Pakar - Prodi Keamanan Maritim di Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Senin (4/3/), bertajuk "Dinamika Laut China Selatan Dalam Perspektif Keamanan Maritim: Tantangan, Peluang, dan Kolaborasi Regional".

JAKARTA - Dalam menghadapi tantangan di Laut Natuna Utara di mana eksistensi hak berdaulat NKRI terus dipertaruhkan, diperlukan strategi yang mengintegrasikan prinsip-prinsip pertahanan dan diplomasi. Hal itu penting sebab wilayah tersebut menyimpan nilai ekonomi yang sangat besar.

Menurut Senior Advisory Indo-Pacific Strategic Intelligence (IPSI), Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Surya Wiranto, strategi tersebut adalah Defense Diplomacy. "Strategi ini menjadi instrumen krusial dalam menjaga keutuhan wilayah Indonesia, dan membangun hubungan yang kuat dengan negara-negara tetangga," tegas Surya.

Penekanan itu disampaikannya dalam Kuliah Pakar - Prodi Keamanan Maritim bertajuk "Dinamika Laut China Selatan Dalam Perspektif Keamanan Maritim: Tantangan, Peluang, dan Kolaborasi Regional" di Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Senin (4/3).

Pakar lain yang dalam acara tersebut antara lain Pengamat maritim dari IKAL Strategic Centre Dr. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa serta Dosen Universitas Pelita Harapan dan Ketua Forum Sinologi Indonesia Johanes Herlijanto. Acara tersebut dimoderatori oleh Dosen Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Indonesia Ristian Atriandi Supriyanto.

Dalam makalahnya berjudul "Pertaruhkan Eksistensi Hak Berdaulat NKRI di Laut Natuna Utara", Surya menekankan bahwa Strategi Defense Diplomacy juga harus melibatkan kerjasama dalam bidang pertahanan. "Hanya dengan strategi yang matang dan kolaborasi yang kuat, Indonesia dapat memastikan keamanan dan stabilitas wilayahnya, serta memperkuat posisinya sebagai pemain kunci di kawasan Asia Tenggara," ucapnya.

Sementara itu, Dr. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa dalam makalahnya "Klaim Ten Dash Line China Dari Perspektif Kedaulatan Indonesia" menjelaskan, Laut Tiongkok Selatan merupakan perairan penting bagi keamanan dan stabilitas kawasan Asia Tenggara dengan luas sekitar 3,5 juta kilometer persegi.

"Laut ini merupakan jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Asia dengan Eropa dan Amerika, dengan satu per tiga transportasi maritim dunia melewati wilayah ini, membawa perdagangan senilai US$3 triliun atau 40 ribu triliun rupiah per tahun," jelas Marcellus.

Menurut Johanes Herlijanto dalam makalahnya "China, Laut China Selatan, dan Laut Natuna Utara" menuturkan sejarah hubungan maritim antara Indonesia dan RRT memiliki tantangan kompleks terkait klaim atas Laut Tiongkok Selatan (LTS), termasuk sebagian dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di Laut Natuna Utara (LNU).

"Maka penting bagi Indonesia untuk memperkuat penegakan hukum di wilayah kedaulatannya, terutama di LTS yang merupakan bagian penting dari hak berdaulat Indonesia. Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan TNI Angkatan Laut (AL) memiliki peran krusial dalam menjaga keamanan dan integritas wilayah perairan Indonesia," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.