Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Optimalkan APBN untuk Manufaktur

📅 Senin, 04 Mar 2024, 10:23 WIB | Oleh:
Optimalkan APBN untuk Manufaktur Doc: ISTIMEWA
Ket. Kepala Ba­dan Kebijakan Fiskal (BKF) Ke­menterian Keuangan, Febrio Kacaribu

JAKARTA - Pemerintah akan terus mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga kinerja positif sektor manufaktur Indonesia. Aktivitas manufaktur Indonesia terus melanjutkan kinerja kuat meskipun sedikit melambat bulan lalu.

Data terbaru menunjukkan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Februari 2024 masih berada pada level 52,7 atau di bawah capaian pada Januari di level 52,9. Skor PMI di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur ekspansif, namun angka di bawah 50 mengindikasikan industri tersebut terkontraksi.

"Di tengah pelemahan ekonomi global dan masih berlanjutnya perlambatan manufaktur di beberapa negara, Indonesia mampu menjaga aktivitas manufaktur yang tetap kuat. Capaian ini akan terus dijaga dengan optimalisasi APBN dan tetap mengantisipasi risiko global saat ini," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Meskipun dihadapkan pada tren pelemahan aktivitas ekonomi global, permintaan domestik yang masih kuat serta permintaan dari beberapa mitra dagang utama yang masih tumbuh kuat mampu menjaga momentum kinerja sektor manufaktur nasional.

Beberapa negara mitra dagang Indonesia yang sektor manufakturnya masih mencatatkan ekspansi, yaitu India (56,7) dan Amerika Serikat (51,5). Sementara, PMI manufaktur negara kawasan Asean seperti Malaysia dan Thailand masih terkontraksi, masing-masing ke level 49,5 dan 45,3.

Febrio mengatakan kinerja manufaktur Indonesia yang masih ekspansif ini didorong oleh tingkat permintaan dalam negeri dan pembelian barang input sebagai antisipasi peningkatan permintaan menjelang Ramadan.

Kepercayaan bisnis pada Februari 2024 berada di level tertinggi, menandakan optimisme pelaku bisnis terhadap prospek produksi Indonesia pada 2024 relatif masih tinggi.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan kinerja industri manufaktur Indonesia tetap dalam level yang ekspansif meski di tengah resesi global.

Hal itu dapat dilihat dari rata-rata pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri manufaktur Indonesia yang mencapai 3,44 persen dalam periode 2014-2022.

"PDB industri manufaktur Indonesia mencapai 3,44 persen dalam periode 2014-2022, lebih tinggi dari pertumbuhan manufaktur dunia maupun OECD dan kontribusi industri manufaktur sebesar 19,9 persen," ujar Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, di Jakarta, Kamis pekan lalu.

Nilai Tambah

Dirinya mengatakan merujuk data UNStats, nilai tambah industri pengolahan (Manufacturing Value Added/ MVA) Indonesia pada 2021 mencapai 288 miliar dollar AS, sehingga hal ini membuat industri manufaktur di Tanah Air menjadi salah satu roda penggerak manufaktur dunia.

Selain itu, penguatan sektor industri Indonesia di tengah resesi global juga terlihat dari kinerja ekspor produk sektor nonmigas yang menyumbang 72,24 persen dari total ekspor nasional di tahun lalu.

Febri menilai peningkatan yang ekspansif ini secara kumulatif memberikan nilai besar investasi sektor tersebut, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap keuangan negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.