Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Sekolah Sepanjang Hari Jadi Solusi Atasi Angka Putus Sekolah di Sorong Selatan

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 06:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program Sekolah Sepanjang Hari Jadi Solusi Atasi Angka Putus Sekolah di Sorong Selatan Doc: Antara/Paulus Pulo
Ket. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Papua Hengki Mofu saat diwawancara di Teminabuan, Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Jumat.

Teminabuan - Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Papua (Unipa) Hengki Mofu mengatakan program sekolah sepanjang hari (SSH) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, menjadi solusi mengatasi angka putus sekolah.

"Program SSH menjadi langkah yang tepat mengatasi masalah putus sekolah," kata Hengki di Teminabuan, Jumat.

Dia mengapresiasi pemerintah kabupaten setempat yang telah menginisiasi program sekolah sepanjang hari bagi anak-anak putus sekolah, sehingga tingkat partisipasi usia sekolah mengalami peningkatan.

Program tersebut merupakan model pembelajaran sederhana yang disesuaikan dengan kondisi sosial, dan menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya di seluruh Tanah Papua.

"Patut diapresiasi dan program sekolah sepanjang hari jadi contoh untuk diterapkan di daerah lain di Tanah Papua," ucap Hengki.

Dia menjelaskan bahwa ada tiga hal yang diterapkan pada program sekolah sepanjang hari yaitu pendidikan karakter, kompetensi, dan ketuhanan atau pembinaan mental spiritual.

Anak-anak yang mengikuti program dimaksud tidak hanya mendapatkan materi pembelajaran melalui kelas penyertaan melainkan pendampingan dan perhatian atas tumbuh kembang anak.

"Mulai dari berpakaian sampai dengan makanan diberikan ke anak-anak secara gratis," tutur Hengki.

Menurut dia kurangnya perhatian dari orang tua karena aktivitas berkebun mengakibatkan banyak anak-anak asli Papua terabaikan, dan tidak melanjutkan sekolah.

Saat ini, kata dia, program sekolah sepanjang hari mulai diterapkan di Kabupaten Maybrat dan ada keinginan Pemerintah Kabupaten Puncak (Provinsi Papua Tengah) juga menerapkan program tersebut.

"Setiap hari orang tua ke kebun, sehingga anak-anak kurang dapat perhatian. Mereka sekolah atau tidak, orang tua tidak tahu," ucap Hengki Mofu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.