Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antisipasi Banjir, Warga Serang Diimbau untuk Menjaga Lingkungan

📅 Jumat, 01 Mar 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Banjir, Warga Serang Diimbau untuk Menjaga Lingkungan Doc: ANTARA/Desi Purnama Sari
Ket. Banjir di Komplek Untirta, Kota Serang, Banten, Rabu (27/2/2024).

Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan untuk mencegah atau mengantisipasi terjadinya banjir.

Pejabat (Pj) Walikota Serang, Yedi Rahmat, di Serang, Kamis, menjelaskan ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya banjir di Kota Serang. Di antaranya yakni persoalan sampah, adanya sedimentasi atau pendangkalan saluran air dan banyaknya bangunan liar yang dibangun di atas sepadan sungai.

"Maka saya imbau kepada masyarakat Kota Serang agar sama-sama menjaga lingkungannya. Terutama tidak membuang sampah sembarangan, kemudian tidak mendirikan bangunan liar di sepadan sungai. Karena kalau bukan kita yang merawat dan menjaga ya siapa lagi," katanya.

Yedi mengatakan akan segera menyiapkan tim untuk menindaklanjuti dan akan melakukan pembongkaran di sejumlah titik yang mengalami penyempitan sepadan sungai di hulu sampai hilir.

"Jadi itu harus dibongkar, karena kalau selamanya dibiarkan, maka itu akan terus-menerus berlanjut banjir. Maka kami akan melakukan pembenahan yang akan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan Pemkot Serang," katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan faktor penyebab banjir ini memang akibat banyaknya bangunan liar, penyempitan sepadan sungai dan sampah yang menumpuk di drainase sehingga menyumbat aliran air.

"Jadi untuk menangani persoalan banjir di Kota Serang ini diperlukan kerja sama yang dibangun, baik dari pemerintah maupun masyarakat, dan itu kembali lagi ke kesadaran semuanya," katanya.

Ia mengatakan, banjir yang melanda Kota Serang pada Rabu (27/2) mengakibatkan 154 rumah yang terendam banjir yang tersebar di Lingkungan Masjid Al-Amin, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Lingkungan Gang Gabus, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang, dan di Komplek Untirta Blok, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya.

"Kita sudah melakukan pertolongan terhadap warga terdampak banjir mulai dari menerjunkan personil, peralatan hingga bantuan," katanya.

Selain itu, Diat mengaku sudah menyalurkan bantuan logistik darurat kepada korban banjir di antaranya makanan siap saji seperti beras, air mineral, minyak goreng, mie instan dan makanan lainnya.

Diat mengatakan untuk ketinggian air rata-rata mencapai 60 cm atau selutut orang dewasa, dan saat ini air sudah surut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.