- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hun Sen Berpeluang Jadi Pr...
Hun Sen Berpeluang Jadi Presiden Senat
Senin, 26 Feb 2024, 02:30 WIBPHNOM PENH - Partai berkuasa di Kamboja mengklaim kemenangan telak dalam pemilihan Senat pada Minggu (25/2). Kemenangan ini membuka jalan bagi mantan pemimpin Hun Sen untuk secara resmi kembali ke dunia politik setelah ia mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada 2023 lalu.
Setelah hampir empat dekade berada di bawah pemerintahan garis keras, Hun Sen menyerahkan kekuasaan kepada putra tertuanya, Hun Manet, dalam pemilu nasional pada Juli 2023 yang diadakan tanpa adanya oposisi yang berarti. Hun Sen pada saat itu menegaskan bahwa meskipun ia telah mengundurkan diri, ia masih berniat untuk mempunyai pengaruh politik.
Setelah pemungutan suara ditutup pada Minggu sore, Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang berkuasa mengklaim mereka telah menyapu bersih kursi Senat, majelis tinggi negara tersebut.
Juru bicara CPP, Sok Eysan, mengatakan hasil awal menunjukkan partainya memenangkan setidaknya 50 dari 58 kursi, dan menambahkan bahwa Hun Sen telah memenangkan satu kursi. Sok Eysan pun membenarkan bahwa partainya akan mencalonkan mantan PM tersebut sebagai presiden Senat, yang memungkinkan dia untuk bertindak sebagai kepala negara ketika raja berada di luar negeri, yang diperkirakan akan diadakan pada April mendatang.
Komite Pemilihan Umum Nasional diperkirakan membutuhkan waktu beberapa pekan untuk mempublikasikan hasil resminya. Sebelumnya, anggota parlemen berusia 71 tahun dan ketua partai berkuasa itu memberikan suara di dekat rumahnya di Kota Takhmao.
Empat partai politik, termasuk Partai Rakyat Kamboja (CPP) yang berkuasa pimpinan Hun Sen, Partai Funcinpec yang royalis, dan dua partai oposisi kecil ikut serta dalam pemilihan tersebut. Dari 62 kursi Senat, 58 kursi akan dipilih oleh 125 anggota parlemen dan lebih dari 11.000 administrator lokal. Raja Norodom Sihamoni menunjuk dua senator, sedangkan Majelis Nasional akan menunjuk dua orang lainnya.
Sudah Pasti
Sebagian besar pemilih yang memenuhi syarat adalah anggota CPP yang berhasil menyapu bersih Senat pada pemilu lalu, sehingga kemenangan Hun Sen sudah pasti.
"Ini adalah tanda konsolidasi kekuasaan keluarga Hun Sen lebih lanjut," kata Sebastian Strangio, penulis bukuHun Sen's CambodiakepadaAFP. "Lebih baik memastikan bahwa posisi tersebut tidak jatuh ke tangan calon pesaing," imbuh dia seraya menerangkan bahwa menjadi presiden Senat berarti akan melindungi putranya dan mencegah kendali keluarga dirusak.
Para pemilih di Ibu Kota Phnom Penh pun tampaknya ingin melihat Hun Sen kembali memegang kekuasaan. "Dia mempunyai banyak pengalaman, jadi jika dia memimpin Senat, negara kita akan makmur," kata kepala komune bernama Oeu Siphon kepadaAFP.
Pemilihan ini dilakukan setelah anggota parlemen menyetujui putra bungsu Hun Sen, Hun Many, sebagai wakil perdana menteri. Pemerintahan Kamboja saat ini mencakup sejumlah kerabat Hun Sen dan beberapa anak dari sekutunya juga memegang jabatan penting.
Setelah berkuasa pada 1985, Hun Sen membantu memodernisasi negara yang hancur akibat perang saudara dan genosida. Namun para kritikus mengatakan pemerintahannya juga ditandai dengan kerusakan lingkungan, korupsi yang mengakar, dan tersingkirnya hampir semua saingan politik.AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
250 Wisman Masuk ke Tanjungpinang Lewat Jalur Laut di Hari Pertama 2026
-
Kearifan Lokal: Tradisi Menyambut Bulan Purnama di Banyuwangi
-
KBRI Phnom Penh Siap Fasilitasi Interaksi Bisnis Pengusaha RI-Kamboja
-
Rupiah Hari Ini Melemah Seiring Pudarnya Harapan Pemangkasan Suku Bunga, Investor Berpaling ke Dolar
-
Russia Hujani Ukraina dengan Serangan Besar-Besaran Drone dan Rudal, Ledakan Masih Berlanjut Di Kyiv
-
Thailand Umumkan Korban Pertama dalam Bentrokan dengan Kamboja
-
Tailan Siap untuk Mediasi PBB Terkait Sengketa Maritim dengan Kamboja
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.