Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani India Lanjutkan Aksi Protes di Delhi

3 Kamis, 22 Feb 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani India Lanjutkan Aksi Protes di Delhi Petani India Lanjutkan Aksi Protes di Delhi Doc: AFP/Narinder NANU
Ket. Dihadang Polisi l Polisi antihuru-hara menembakkan peluru gas air mata ke arah petani yang melakukan aksi pemblokiran jalan menuju New Delhi, India, pada Rabu (21/2).

PATIALA - Ribuan petani India yang mengendarai traktor pada Rabu (21/2) bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju New Delhi setelah mereka gagal mencapai kesepakatan dengan pemerintah mengenai tuntutan bagi harga hasil panen yang lebih tinggi.

Protes tersebut diharapkan dapat meniru aksi blokade jalan raya menuju ibu kota selama setahun yang menekan pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi agar membatalkan rencana reformasi pertaniannya pada 2021 lalu.

Sejak pekan lalu, polisi berhasil menahan barisan traktor petani sepanjang satu mil di dekat desa kecil Shambhu, beberapa jam perjalanan ke utara dari tujuan mereka.

Para pengunjuk rasa menolak upaya untuk membubarkan diri setelah polisi menembakkan peluru gas air mata dan mereka bertekad untuk menerobos barikade kawat berduri dan beton yang dipasang untuk menghentikan gerak mereka.

"Kami pastikan bahwa kami akan menembus hambatan tersebut," kata seorang petani bernama Jagmohan Singh, 45 tahun, kepadaAFP. "Setelah kami berhasil menembusnya, tak ada yang bisa menghentikan kami menuju ke Delhi," imbuh dia.

Serikat petani India sebelumnya menuntut agar undang-undang segera menetapkan harga minimum untuk semua hasil panen serta memperluas skema bantuan pemerintah yang sudah ada termasuk untuk bahan pokok seperti beras dan gandum. Mereka juga menuntut konsesi lain termasuk penghapusan pinjaman dan pensiun universal bagi petani berusia 60 tahun ke atas.

Tanpa Terobosan

Para pengunjuk rasa sempat menghentikan aksi mereka ke Delhi pekan lalu untuk menunggu hasil negosiasi antara menteri pemerintah dan serikat pekerja. Namun beberapa putaran perundingan gagal mencapai terobosan.

Pemimpin pertanian Jagjit Singh Dallewal mengatakan kepada kantor beritaPress Trust of Indiapada Senin (19/2) malam bahwa usulan terbaru pemerintah untuk memperluas jaminan harga pada beberapa tanaman demi kepentingan petani, namun tidak mencakup semua tanaman.

Dua pertiga dari 1,4 miliar penduduk India bermatapencaharian dari pertanian, yang menyumbang hampir seperlima PDB negara tersebut. Namun selama beberapa dekade terakhir, pendapatan pertanian sebagian besar masih stagnan dan sektor ini sangat membutuhkan investasi dan modernisasi.

Ribuan petani India dilaporkan meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya karena kemiskinan, utang dan hasil panen yang minim karena dipengaruhi oleh pola cuaca yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Malaysia Berulah, Tindakan ...
Nasional
Menteri Perdagangan: Faktor...
Olahraga
BREAKING NEWS: Kacau, AFC M...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.