Enam Perusahaan Pembiayaan Belum Penuhi Aturan Modal
Kamis, 22 Feb 2024, 08:38 WIBJAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, hingga Januari 2024 terdapat enam perusahaan pembiayaan belum memenuhi ketentuan terkait dengan ekuitas minimum sebesar 100 miliar rupiah. Perusahaan tersebut masih dalam pemantauan.
Menurut OJK, keenam perusahaan pembiayaan itu telah mengajukan action plan berupa injeksi modal dari PSP dan new strategic investor baik lokal maupun asing, serta pengembalian izin usaha. Sayangnya, OJK tidak menyebutkan keenam perusahaan bermasalah tetsebut.
"OJK akan secara konsisten menegakkan ketentuan di sektor PVML, antara lain melalui pemantauan pemenuhan ketentuan modal minimum, baik untuk perusahaan pembiayaan maupun untuk penyelenggaraan fintech peer to peer (P2P) lending," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (20/2).
Agusman menegaskan pihaknya secara konsisten terus menegakkan ketentuan di sektor PVML. Terkait dengan penegakan ketentuan untuk perusahaan pembiayaan, OJK telah melakukan pencabutan izin usaha PT Sarana Majukan Ekonomi Finance Indonesia (SMEFI).
Langkah tersebut dilakukan OJK mengingat tingkat kesehatan PT SMEFI secara umum dinilai tidak sehat. Perusahaan pembiayaan itu sebelumnya juga telah dikenakan sanksi administratif berupa peringatan ketiga atas pelanggaran ketentuan terkait nilai financing to asset ratio (FAR).
Selain terkait dengan perusahaan pembiayaan, OJK juga mencatat terdapat 16 penyelenggara P2P Lending yang belum memenuhi ketentuan ekuitas minimum sebesar 2,5 miliar rupiah. Dari 16 P2P Lending tersebut, sebanyak 9 di antaranya sedang dalam proses persetujuan permohonan peningkatan modal disetor.
OJK telah menerbitkan sanksi administratif berupa peringatan tertulis kepada penyelenggara P2P Lending yang belum memenuhi ketentuan tersebut agar segera menambah modal dan menjaga ekuitas minimum tetap 2,5 miliar rupiah.
Selama Januari 2024, OJK juga mengenakan sanksi administratif kepada 25 penyelenggara P2P Lending atas pelanggaran yang dilakukan terhadap POJK yang berlaku dan/atau hasil tindak lanjut pemeriksaan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BPS DKI Sebut Inflasi Bulanan Pada Lebaran Cenderung Tinggi
-
Libur Paskah Jumat Ini Ragunan Disebu Wisatawan, Pengelola Imbau Pengunjung Waspada Cuaca Ekstrem
-
Indodana dan Sharp Tawarkan Solusi Belanja Elektronik Tanpa DP dan Bunga
-
Pengungkapan Terbesar 17 Momen dalam Trailer Spider-Man: Brand New Day
-
Amartha Soroti Pentingnya Kesehatan Finansial bagi UMKM dan Ekonomi Akar Rumput
-
OJK proyeksikan kredit UMKM tumbuh positif
-
Pemprov Kaltim Jamin Tak Ada PHK pada 11.881 PPPK, meski Ada Efisiensi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.