Empat Guru Besar IPB University Sampaikan Pra-orasi Ilmiah Virtual
📅 Kamis, 22 Feb 2024, 18:16 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Humas IPB University
Kabupaten Bogor -- Empat guru besar dari IPB University menyampaikan pra-orasi ilmiahnya kepada media massa secara virtual, Kamis, menjelang pengukuhan oleh Dewan Guru Besar IPB University.
Keempat guru besar tersebut yaitu Prof Arief Hartono dari Fakultas Pertanian, Prof Eddy Supriyono dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Prof Ing Azis Boing Sitanggang dari Fakultas Teknologi Pertanian, dan Prof Irzaman dari Fakultas Matematika dan IPA.
Dalam konferensi pers pra-orasi ilmiah secara daring di Bogor, Kamis, Prof Arief Hartono menyebutkan orasi ilmiah yang akan disampaikan bertajuk "Karakterisasi Perilaku Fosfor (P) untuk Manajemen Pemupukan P pada Tanah Masam Lahan Kering di Indonesia".
Ia memaparkanluas lahan kering di Indonesia i144.472.711 hektare atau sekitar 75 persen dari total lahan di Indonesia. Sekitar 74,3 persen dari luasan lahan kering di Indonesia atau sekitar 107,357,633 hektare mempunyai reaksi tanah yang masam.
Tanah masam lahan kering ini, kata Arief, sebagian besar berada di Pulau Jawa bagian barat, Pulau Sumatra, dan Pulau Kalimantan. Secara umum tanah masam lahan kering di Indonesia ini mempunyai status hara rendah dan hara P masuk dalam kategori sangat rendah sampai rendah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Karena status hara P yang sangat rendah sampai rendah, maka direkomendasikan melakukan pemupukan P untuk memenuhi kebutuhan P tanaman," kata Arief.
Sementara ituProf Eddy Supriyonoakan menyampaikan orasi ilmiah bertajuk "Strategi Menghadapi Tantangan Climate Change Melalui Rekayasa Lingkungan untuk Industri Akuakultur Berkelanjutan".
Eddy menjelaskanperubahan iklim seperti kenaikan suhu, perubahan pola curah hujan, dan cuaca ekstrem, akan menimbulkan berbagai ancaman terhadap budi daya perikanan. Efeknya sangat besar terhadap kualitas air yang akan mempengaruhi kesehatan dan produktivitas sistem akuakultur secara langsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, solusi untuk mengatasinya ialah menerapkan strategi pengelolaan yang efektif. Salah satu pendekatannya melalui pemahaman menyeluruh dan pemantauan terhadap parameter kualitas air yang sangat mempengaruhikelangsungan hidup spesies perairan.
"Adanya perubahan parameter kualitas air dapat berdampak langsung terhadap keberhasilan industri akuakultur. Seperti yang telah dilakukan meliputi beberapa aspek yaitu cahaya, salinitas, alkalinitas, oksigen atau oksigenasi, dan kebutuhan air minum," jelasnya.
Sedangkan Prof Ing Azis Boing Sitanggang akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul "Desain dan Proses Produksi Ingredien Pangan Fungsional dengan Teknologi Membran".
Ia menyampaikanperubahan pola konsumsi masyarakat dewasa ini mendorong perkembangan teknologi pangan yang berkelanjutan (sustainable) dan kebutuhan atas pangan yang selain bergizi juga menyehatkan.
Pangan fungsional, lanjutnya, merupakan pangan yang memberikan manfaat terhadap kesehatan selain efek gizi secara umum. Produksi pangan fungsional perlu didukung berbagai teknologiingredientuntuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang bersifat personal.
"Salah satu dari teknologi yang ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan dalam memproduksiingredientpangan fungsional adalah teknologi membran yang dapat dikombinasikan dengan reaksi enzimatik," ujar Azis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!