Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Budi Daya Nanas Mahkota di Kabupaten Siak untuk Lindungi Lahan Gambut dari Api

📅 Kamis, 22 Feb 2024, 17:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Budi Daya Nanas Mahkota di Kabupaten Siak untuk Lindungi Lahan Gambut dari Api Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Sejumlah pengunjung memperhatikan meja demo yang berisi informasi tentang nanas mahkota siak di kedai Anomali Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2024).

Jakarta - Budi daya nanas mahkota siak yang tumbuh di lahan gambut Kabupaten Siak, Provinsi Riau, memiliki peran strategis dalam melindungi lahan basah dari penguapan akibat panas matahari dan kebakaran.

Tokoh Penggerak Pinaloka dan Laboratorium Alam Siak Lestari, Wulan Suci Ningrum, mengatakan sebelum ada budi daya nanas jumlah titik api di wilayah tersebut bisa mencapai ratusan titik, namun setelah budidaya kian meluas jumlah titik api hanya puluhan titik itu pun berada di luar perkebunan.

"Pada 2015, kebakaran lahan gambut terjadi cukup parah. Dua tahun kemudian, pada 2017, pemerintah daerah membuat program Siak Hijau dengan menggalakkan penanaman nanas pada lahan-lahan gambut," ujarnya saat ditemui dalam acara peluncuran kolaborasi nanas mahkota siak di kedai Anomali Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis.

Kabupaten Siak merupakan wilayah dengan tutupan lahan gambut terluas di Pulau Sumatera. Luasan lahan gambut mencapai 479.485 hektare atau sekitar 57,44 persen dari total luas Kabupaten Siak.

Sebagai bagian dari upaya menjaga lahan gambut dari kebakaran dan kerusakan, maka komunitas anak muda Siak dan petani lokal setempat mengembangkan komoditi nanas mahkota siak yang kini telah menjadi produk unggulan dari daerah tersebut.

"Antara satu daun nanas dengan daun nanas lain saling berhimpitan, sehingga proses penguapan air tanah gambut menjadi lebih lama dan lebih sedikit," papar Wulan.

Budi daya nanas mahkota siak kini telah berjumlah sekitar 3.000 hektare dan menjadikan lahan gambut di empat desa yang ditanam nanas, yakni Laler, Tanjung Kuras, Penyengat, dan Temusai selalu basah karena proses penguapan tertahan daun-daun nanas yang tebal.

Nanas mahkota siak kini telah diolah menjadi beragam produk turunan, seperti keripik nanas, selai nanas, sirup nanas, hingga pupuk kompos dan tenun. Berbagai produk turunan itu berdampak terhadap peningkatan ekonomi petani di Desa Tanjung Kuras dan kelompok usaha wanita Pinaloka.

Pinaloka bersama Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL) dan kedai Anomali Coffee berkolaborasi dalam inovasi pengembangan produk-produk berbasis nanas mahkota siak untuk menembus pemasaran produk yang lebih luas.

Pendiri Anomali Coffee Irvan Helmi mengatakan pihaknya menggaet produk buah lokal untuk menghadirkan kesegaran dalam setiap makanan dan minuman yang tersuguh kepada konsumen.

"Kami ingin mengambil angle kesegaran, namun di lain sisi ketika mereka (konsumen) kulik ada tentang keberlanjutan nanas yang menjaga lahan gambut dari kebakaran," kata Irvan.

Anomali Coffee mengolah nanas menjadi lima menu, yakni tropical black (kopi), aloha siak (jus), lamb chop fried rice, grilled lamb chop with mushroom, dan pina cake.

Bentuk kolaborasi kelompok usaha wanita petani nanas dengan kedai kopi menjadi momen penting untuk mendukung produk lokal lestari dari Kabupaten Siak. Selain itu, langkah inisiatif masyarakat yang menanam buah nanas di sekitar lahan juga berguna untuk menjaga kelembapan lahan gambut dan mencegah terjadinya kebakaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

49 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.