Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berpotensi Melemah Lanjutan

📅 Rabu, 21 Feb 2024, 10:22 WIB | Oleh:
Berpotensi Melemah Lanjutan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya dalam perdagangan tengah pekan ini. Pelemahan rupiah dipeekirakan akibat pengaruh aksi jual aset berisiko atau risk-off.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Lukman Leong melihat rupiah dan mata uang Asia lainnya masih melemah terhadap dollar AS yang menguat, seiring investor mengantisipasi nada hawkish pada risalah pertemuan dewan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini. Selain itu, investor juga akan wait and see atau menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, hari ini.

Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (21/2), bergerak di kisaran 15.600-15.700 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.

Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dollar AS, Selasa (20/2), ditutup melemah 29 poin atau 0,19 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.660 rupiah per dollar AS. Pelemahan terjadi menjelang risalah pertemuan FOMC terutama terkait suku bunga the Fed atau Fed Funds Rate (FFR).

"Suasana kehati-hatian pasar menunggu pertemuan FOMC, juga memicu kenaikan pada kinerja dollar AS dan menekan pergerakan rupiah," kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva, di Jakarta, kemarin.

Risalah pertemuan FOMC akan memberikan penjelasan rinci tentang alasan mempertahankan suku bunga utama tidak berubah di kisaran 5,25 persen sampai dengan 5,50 persen pada Januari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Kekeringan dan Gelombang Pa...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.