Ini Saran Ahli Gizi Agar Tubuh Ideal, Tak Perlu Diet Macam-macam
Sabtu, 17 Feb 2024, 08:35 WIBJAKARTA - Ahli gizi masyarakat Dr Tan Shot Yenmengatakan tidak perlu diet yang macam-macam agar mendapatkan tubuh yang ideal, cukup dengan makan tiga kali sehari dengan porsi sesuai serta kualitas yang baik.
"Misal nih, sarapan jam berapa? Setengah tujuh, sebelum berangkat kantor jam 6. Ya, bangun pagi sarapan ya kan. Kemudian anda makan siang nih, teratur ya. Jam 12, jam 1. Lalu kemudian makan malam, habis Shalat Maghrib dan dari maghrib tidak makan lagi sampai besok pagi, itu bukannya intermittent fasting?" ujarnya pada siniar "Kemencast #63 - Gizi Tepat Berdasarkan Usia" di Jakarta, Kamis (15/2).
Intermittent fastingmerupakan puasa selama beberapa kurun waktu tertentu, seperti 12 hingga 16 jam, yang dipopulerkan dari luar negeri.
Menurutnya, seseorang perlu mengetahui apa yang tubuhnya butuhkan. Yang kerap menjadi masalah, lanjutnya, adalah kebiasaan jajan. Bahkan banyak anak yang lebih mengutamakan jajan ketimbang makan makanan utama.
Adapun yang tubuh butuhkan, kata dia, dapat dilihat dari konsep Isi Piringkuyang diinisiasiKementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam konsep itu menggambarkan 50 persen porsi makanan seseorang terdiri dari sayur dan buah-buahan, kemudian 50 persen sisanya adalah karbohidrat dan protein.
Selain itu konsep Isi Piringku juga menekankan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak. Konsep tersebut, menurutnya, juga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam makan, bahkan bagi orang berusia lanjut.
Tan menjelaskan terdapat empat pilar gizi seimbang yaitu makan-makanan yang beragam, kemudian olahraga atau aktivitas fisik yang cukup. Selain itu pola hidup yang bersih dan sehat, termasuk makan makanan yang bersih dan sehat, serta mengecek berat badan secara berkala.
Olahraga yang cukup, menurutnya, penting untuk menjaga sensitivitas insulin yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah yang naik. Yang paling penting lagi, kata dia,konsisten dalam menjalankan gaya hidup yang sehat.
"Nah, problem dari orang yang menjalankan suatu jalan hidup, kalau dia nggak bisa melihat hasil, hanya melihat itu sebagai suatu siksaan, suatu kungkungan, tentu tidak akan berjalan," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Keahlian Khusus Siber TA 2025
-
Arsenal Kokoh di Puncak Klasemen Liga Inggris, Man City Tumbang di Kandang Aston Villa
-
Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin Terima Audiensi AKSI Bahas Percepatan RPP UU Desa dan Koperasi Desa Merah Putih
-
Akses Kerja Formal Dinilai Krusial Dongkrak Konsumsi Rumah Tangga
-
Gara-gara Kursi Bekas Dua Pompa Banjir Jebol, Wali Kota Surabaya Minta Warga Berhenti Buang Sampah ke Sungai
-
Mohamed Salah ke AFCON, Kabar Baik atau Kabar Buruk bagi Liverpool?
-
Bappenas Dorong Belanja Negara Lebih Produktif Lewat Danantara dan MBG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.