Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penjabat Wali Kota Ambon Imbau Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah ke TPS Gunakan Baju Daerah

📅 Senin, 12 Feb 2024, 05:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penjabat Wali Kota Ambon Imbau Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah ke TPS Gunakan Baju Daerah Doc: ANTARA/Penina F Mayaut
Ket. Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.

Ambon - Penjabat Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengimbau pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), raja, lurah dan kepala desa menggunakan baju adat daerah Maluku saat ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam Pemilihan Umum 2024.

"Saat datang ke TPS saya imbau pimpinan OPD, lurah, kades dan raja menggunakan baju ciri khas Maluku seperti baju cele atau baniang, sebagai wujud orang beradat dan berbudaya, " kata BodewinWattimena di Ambon, Minggu (11/2)

Ia mengatakan pimpinan OPD harus menjadi contoh mewujudkan Pemilu yang beradat dan berbudaya, serta menghargai perbedaan demi kebersamaan masyarakat.

"Saya minta saat hadir di TPS gunakan baju daerah didokumentasikan dan disebarkan di media sosial, agar masyarakat Indonesia tahu bahwa dari timur Indonesia kita menghargai keberagaman dalam proses demokrasi, " katanya.

Bodewin menyatakan selain penggunaan baju daerah diharapkan TPSjuga menampilkan ciri khas budaya.

Misalnya di TPS kawasan Baru Merah bisa ditampilkan tarian Zamrah, atau musik hadrat saat pemilih datang menyalurkan hak pilih di TPS.

Atau TPS di kawasan lain di Ambon juga bisa ditampilkan musik ukulele atau seni budaya Maluku lainnya.

"Kita ingin nilai budaya kita tidak terkikis dengan budaya luar, sehingga memberikan dampak luar biasa sehingga kita berbeda dengan daerah lain," ujarnya.

Pihaknya berupaya pelaksanaan Pemilu berjalan aman dan damai, tidak dimanfaatkan pihak tertentu, tetapi mendapat dukungan dari TNI Polri dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi.

Pesta demokrasi, secara tidak langsung pesta harus bergembira jangan ada dalam ketakutan, ancaman atau intimidasi.

"Kita berharap keberagaman budaya yang ditampilkan melalui kearifan lokal dan ciri khas tatanan negeri adat dapat mewujudkan pemilu yang luber, jurdil dan berkebudayaan," kata Bodewin.

Ia menambahkan penggunaan baju daerah saat Pemilu merupakan gagasan Majelis Latupati Kota Ambon yang kemudian diimplementasikan dan akan menjadi tradisi bukan hanya di Pemilu tetapi juga di Pilkada serentak 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.